Dewan Pers

Dark/Light Mode

Keok Pilkada, Keseret Korupsi Dana Corona

Bupati Mamberamo, Papua Akhirnya Jadi Tersangka

Rabu, 30 Juni 2021 06:30 WIB
Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa. (Foto: Istimewa)
Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah mungkin gambaran kondisi Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa. Sudah kalah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, dia kini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19.

Dugaan keterlibatan Dorinus atas kasus rasuah dana Bansos Covid-19 diungkap Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kemarin. Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyampaikan, pihaknya telah menetapkan Bupati Mamberamo Raya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19 pada anggaran 2020.

Hal ini merupakan pengembangan kasus yang menjerat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Mamberamo berinisial SR. SR juga telah ditetapkan tersangka. “Saya pastikan Bupati Mamberamo Raya sudah jadi tersangka,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua periode 2020–2021 ini.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Bupati Bandung Barat, KPK Panggil Gitaris Band The Changcuters

Walaupun sudah berstatus tersangka, dia menegaskan, Dorinus belum ditahan. Mathius mengatakan, untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut, Polda Papua akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Ini penting, karena masa jabatan Bupati Mamberamo Raya baru berakhir pada September, sehingga tidak boleh ada kekosongan jabatan bila dilakukan penahanan.

Dia pun memastikan, bila sudah mendapatkan lampu hijau dari Kemendagri, pihaknya akan menahan tersangka Bupati Mamberamo. “Kalau sudah ada persetujuan dari Bapak Menteri, langsung kita akan lakukan penahanan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat periode Februari 2020 hingga September 2020 ini.

Mathius juga memastikan, kasus korupsi dana Bansos Covid-19 akan terus diusut. Pihaknya akan terus mengusut kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 3,1 miliar itu.

Berita Terkait : Stok Oksigen Untuk Pasien Corona Menipis, Menperin Turun Tangan

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Papua Kombes Ricko Taruna mengatakan, selain Bupati Dorinus dan SR, tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19 di Mamberamo Raya kemungkinan akan bertambah.

“Sabar dulu ya. Karena penyidik masih melakukan penyidikan guna mengungkap siapa saja tersangkut kasus ini,” jelasnya.

Dari pengembangannya, Polda Papua telah menahan satu kontraktor, JH, karena membuat disinfektan palsu senilai Rp 450 juta. Akibat perbuatannya, DD dan SR dijerat Pasal 2, 3, dan 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Berita Terkait : Hampir Sebulan Kena Corona, Bupati Tegal Sembuh, Gantian Wakilnya Yang Positif

Diketahui, Bupati Dorinus Dasinapa sempat maju Pilkada 2020. Dia mencalonkan diri sebagai calon Bupati Mamberamo Raya, Papua. Di kontestasi ini, dia menggandeng Andi May. Tapi, dalam pesta demokrasi itu, Dorinus dan pasangannya kalah dari pasangan John Tabo-Ever Mudumi sebagai pemenang dengan perolehan 8.577 suara.

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan, dengan ditetapkannya pasangan John-Ever, tahapan Pilkada 2020 di Mamberamo Raya telah berakhir. Itu semua berkat kerjasama dan koordinasi semua pihak.

“Kami sampikan terimakasih atas kerjasama dan kondusifitasnya selama pelaksanaan Pilkada,” tandasnya. [SSL]