Dewan Pers

Dark/Light Mode

TGB Ketemu Ganjar Di Puri Gedeh, Ngomongin Apa Ya?

Selasa, 25 Oktober 2022 10:20 WIB
TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) saat bertemu Ganjar Pranowo, Minggu (23/10). (Foto: Instagram)
TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) saat bertemu Ganjar Pranowo, Minggu (23/10). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi masih berkibar di dunia politik. Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, kini dipercaya menjadi Ketua Harian Partai Persatuan Indonesia (Perindo). 

Minggu (23/10) petang, politisi kelahiran 31 Mei 1972 itu bertandang ke kediaman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Semarang. Maklumlah, saat sama-sama menjadi Gubernur, Ganjar adalah teman diskusinya.

Sehingga, pertemuan ba'da Magrib itu, menjadi momen bernostalgia bagi TGB dan Ganjar.

Keduanya asyik membahas hal-hal ringan, hingga persoalan bangsa dan negara. Apa saja bocorannya?

Simak penjelasan TGB kepada wartawan RM.id, Muhammad Ade Al Kautsar untuk informasi lengkapnya.

Minggu (23/10) malam lalu, kabarnya Anda bertemu Ganjar.  Dalam rangka apa nih?

Kami bertemu sebagai kolega, sahabat lama. Dulu kami sering berjumpa, bertukar pikiran sebagai sesama gubernur. Saat saya di periode kedua, beliau di periode pertama. Tidak kurang dari itu.

Kami kemudian bertemu lagi ba’da Maghrib 23 Oktober 2022 di kediaman resmi Gubernur Jawa Tengah.

Berita Terkait : Airlangga Ngomongin Tenaga Kerja Global

Apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan itu?

Sekarang, Mas Ganjar sudah tiba di akhir periode keduanya. Di lingkup politik, saya sedang menjalankan amanah sebagai Ketua Harian Nasional (Kahannas) DPP Partai Perindo.

Kami bertukar pikiran tentang beragam kondisi kebangsaan.

Contohnya?

Kami sependapat, moderasi beragama harus menjadi agenda bersama seluruh komponen bangsa.

Kalau soal politik?

Politik adalah ruang muamalah yang terbuka seluas-luasnya. Karena itu, ruang muamalah yang luas, harus dikelola oleh para pemimpin dengan pencerahan, mencerdaskan, dan tidak menajamkan perbedaan identitas.

Niat yang baik untuk publik, jangan dirusak oleh siasat buruk dalam kemasan apa pun. Termasuk, yang berupa penajaman perbedaan-perbedaan.

Berita Terkait : Anies Klaim Banjir Di DKI Surut Lebih Cepat 72 Jam

Sesungguhnya, perbedaan itu adalah berkah. Jangan sampai diobrak-abrik oleh nafsu berkuasa.

Saat ini, banyak negara sedang dihantam badai inflasi, bagaimana Anda melihat kesiapan Indonesia?

Mengenai ekonomi, kami menyadari bahwa Indonesia tengah menghadapi badai ekonomi global. Kita bersyukur, Presiden Jokowi  berhasil menguatkan pondasi ekonomi Indonesia.

Apa saran atau masukan Anda, agar Indonesia bisa melewati ancaman krisis global dengan baik?

Di tengah ikhtiar Presiden, kohesi sosial mutlak perlu diperjuangkan terus-menerus, oleh seluruh pimpinan. Baik pemerintahan, partai politik, organisasi keagamaan, kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan berbagai institusi formal atau informal untuk memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi.

Pemulihan ekonomi pasca-puncak pandemi adalah kerja jangka panjang, yang perlu pemikiran-pemikiran jernih dan kerja keras nyata.

Kami berdiskusi tentang itu dengan Mas Ganjar.

Kembali ke soal politik, bagaimana Anda melihat dinamika politik terakhir jelang Pemilu 2024? Apa hal itu juga ikut dibahas dalam pertemuan dengan Ganjar?

Berita Terkait : Ngobrol 2 Jam Sama Mega, Jokowi Disuguhi Nasi Uduk & Aneka Rebusan, Ngomongin Apa Ya?

Untuk soal-soal politik, kami bertukar pikiran cukup unik, tentang kondisi terakhir. Kita sadari, ruang kemungkinan pencapresan yang dikelola partai-partai politik selaku pemegang hak pengajuan kandidat, adalah mutlak adanya.

Ada partai politik yang masih timbang-timbang, tersipu-sipu. Ada juga yang sudah punya gambar, tapi masih samar.

Mungkin, ada juga yang telah berketetapan, tapi belum juga terlihat. Karena masih disimpan di ruangan gelap. Semuanya adalah bagian dari dinamika politik pencalonan. Wajar untuk terus menimbang-nimbang.

Saya dan Mas Ganjar masih mengamati, sebagaimana publik pada umumnya.

Terakhir, soal polarisasi masyarakat yang kerap muncul di setiap konstestasi politik. Terutama Pilpres. Ada pesan nggak Pak, bagaimana caranya, agar kontestasi politik ini bisa lebih baik dan berkualitas ke depannya?

Yang penting bagi kami, dan sebagai kesimpulan obrolan semalam dengan Mas Ganjar, kita semua sama-sama mendorong. Agar proses pencalonan dapat berjalan secara bermartabat.

Kita adalah warga bangsa yang berketuhanan. Para pemimpin dan yang dipimpin, wajib memegang adab demokrasi dan adab politik. ■