Dark/Light Mode

24, Mencari "Orang Kuat"

Selasa, 10 Mei 2022 06:33 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilpres 2024: Menko Polhukam Mahfud Md “mencari orang kuat”. Siapa dia?

Pemimpin atau orang kuat kerap diasumsikan dengan nuansa otoritarianisme. Pemimpin Rusia Vladimir Putin terkadang dilekatkan ke model ini.

Putin dianggap kuat di dalam negeri, juga di lingkup internasional. Dia dinilai mengesampingkan HAM, tapi juga dianggap berhasil membawa Rusia ke level lebih tinggi.

Baca juga : "Korupsi 2049"

Xi Jinping, Presiden Republik Rakyat Tiongkok sejak 2013 juga sering disebut sebagai orang kuat. Barat menyebutnya sebagai diktator. Dia dinilai melakukan pengawasan terhadap warganya secara masif, cenderung mengabaikan HAM serta melakukan sensor ketat. Tapi, secara ekonomi, bagus.

Ada juga Mohammed bin Salman (MBS), putra mahkota Arab Saudi yang juga menjabat wakil perdana menteri serta Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan, Ketua Dewan Politik dan Keamanan, dan Menteri Pertahanan. Jabatannya banyak. Dia melakukan beberapa reformasi penting bagi negerinya, tapi juga dinilai otoriter dan kurang memperhatikan HAM. MBS dinilai memiliki visi yang lebih berani.

Negara-negara yang kekar secara ekonomi, juga memiliki orang kuat dengan karakternya masing-masing.

Baca juga : Kembali Ke Selera Asal

Negara-negara tersebut, seperti data yang dirilis Data International Monetary Fund (IMF) yakni Amerika Serikat, China, Jepang, India, Rusia, Jerman, Prancis, Brasil, Inggris, Italia. Indonesia, oleh IMF, diprediksi akan masuk 5 besar pada 2024.

Negara-negara itu memiliki karakter pemimpin yang khas. Ada yang cenderung otoriter, ada yang demokratis. Ada yang mempertahankan status quo, ada yang mengubah peta politik dan kekuasaan secara drastis. Ada pula yang menggabungkan keduanya.

Orang kuat Indonesia, seperti kata Mahfud, setidaknya punya dua pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Pertama, polarisasi dan keutuhan bangsa. Kedua, korupsi yang merajalela.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.