Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Apakah sekarang sudah muncul tanda-tanda orang kuat itu? Belum. Yang menonjol sekarang adalah fear mongering, kampanye ketakutan yang disebarluaskan masing-masing pendukung. Sehingga, yang dihadirkan justru “orang-orang yang menakutkan”.
Misalnya, kalau si A berkuasa, akan begini, kalau si B berkuasa, akan begitu. Kampanye dan propaganda untuk menakut-nakuti. Rilnya, akan diketahui ketika kekuasaan sudah di tangan. Saat itu, segalanya bisa berubah. Tokoh lemah jadi kuat, tokoh kuat jadi lemah.
Seperti kata Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16: Semua orang bisa tahan dengan kesengsaraan, tapi bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.
Pasca 2024, kemana Indonesia akan menuju? Apakah akan lahir “orang kuat”? Atau akan muncul “tim serta orang-orang sekelilingnya yang justru lebih kuat”? Superman atau superteam?
Baca juga : Kembali Ke Selera Asal
Sejatinya, “the real orang-orang kuat” adalah rakyat. Rakyat bisa membuat yang kuat jadi lemah, atau yang lemah jadi kuat.
Selain rakyat, “the real orang (orang) kuat” lainnya adalah pemilik modal. Orang-orang kuat ekonomi. Mereka bisa mendikte warna dan arah perjalanan bangsa.
Baca juga : 7 Resep Anti Polarisasi
Masalah muncul kalau ada “perselingkuhan” antara kekuatan ekonomi dan politik. Ini perlu diantisipasi dan dihindari. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.