Dark/Light Mode

Kampanye Optimisme

Rabu, 19 Desember 2018 06:32 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Membaca kecenderungan kampanye akhir-akhir ini banyak sekali konten-konten yang isinya hate speech dan cenderung membangun pesimisme. Indonesia dilukiskan sebagai negeri yang suram di masa depan atau digambarkan sebagai negara gagal.

Kita khawatir bahwa bayangan masa depan Indonesia yang suram itu menjadi lembaran psikologi masyarakat, dan bayangan yang kuat dapat mendorong menjadi kenyataan. Menurut teori mental-state kenyataan masa depan itu dimulai dengan bayangan terhadap masa depan itu sendiri. Kalau membayangkannya baik maka kenyataan yang akan terjadi juga baik, begitu pun sebaliknya.

Baca juga : Tebar Bukti, Janji & Duit

Oleh karena dahsyatnya kemampuan membayangkan maka hati-hati dalam membuat bayangan masa depan. Sebab bila tidak bisa membayangkan apalagi mewujudkan-nya dimasa depan. Apabia kita tidak bisa membayangkan Indonesia adil dan makmur bagaimana bisa merealisasikan Indonesia adil dan makmur.

Oleh karena demikian, kontestan Pilpres harus membantu bangsa ini untuk bisa membuat bayangan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kuat, negara hebat, negara yang mampu menjamin kesejahteraan hidup warganya dimulai dengan ungkapan-ungkapan dalam ceramah politik atau pesan berantai melalui media sosial.

Baca juga : Penyawer dan Pembelot

Di era digital ini para kontestan dan seluruh penjuru kampanyenya harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan. Semua yang diucapkan dan apa yang dituliskan termasuk yang di-audio visualkan akan meninggalkan jejak-jejak digital. Jejak-jejak digital ini akan abadi dan menjadi memori sejarah. Kalau kita merekam sesuatu yang buruk maka keburukan itu bertahan dan menjadi memori keburukan.

Sejak sosial media menjadi ruang sosial publik, apa yang kita unggah dalam akun pribadi kita akan mendefinisikan siapa diri kita sekarang dan masa yang akan datang. Kalau kita melakukan kegiatan positif maka akan positif orang mengenal kita, kalau negatif maka negatif pula definisi tentang kita.

Baca juga : Imam Shalat, Imam Negara

Terakhir, Indonesia harus dibangun dengan cita-cita dan optimisme yang baik dan positif. Karena siapa kita sering kali dimulai dengan energi vibrasi yang baik dan positif. Vibrasi inilah yang akan menjalar, viral merasuk ke dalam jiwa-jiwa setiap anak bangsa. Semoga Indonesia jaya dan digjaya kini dan masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.