Dark/Light Mode

Cukup Elite Yang Perang

Senin, 19 September 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Semakin dekat 2024, suhu politik kita semakin panas. Saling sindir, saling serang, dan saling menjatuhkan antara elite dan partai politik mulai terjadi. Bahkan disampaikan secara terbuka di depan publik.

Perang yang paling kentara terlihat antara Partai Demokrat dan PDIP. Perang ini kemudian merembet ke partai lain. Cakupannya berpotensi semakin luas, sampai membentuk dua kutub kekuatan yang saling serang.

Baca juga : Sudah Lama Bocor

Dalam politik, ini bukan hal baru dan aneh. Setiap mendekati Pemilu, perang seperti ini selalu terjadi. Tujuannya tentu untuk mengangkat citra partai yang dipimpinnya dan menjatuhkan partai lawan politik. Dengan naiknya citra, tingkat elektabilitas akan terdongkrak.

Perang ini akan terus berlangsung sampai hari pencoblosan dan pengumuman hasil perolehan suara. Segala macam isu akan digunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan. Mulai dari sisi kinerja, sikap para petinggi partai, kasus-kasus korupsi yang telah terjadi, isu kecurangan pemilu, sampai isu-isu liar seperti latar belakang tokoh.

Baca juga : Mengampuni Para Koruptor

Perang ini biasanya akan mereda saat pemerintahan baru terbentuk. Saat itu, yang akan menjadi isu utama adalah rekonsiliasi. Pembicaraan elite parpol mendadak baik-baik, mengenai pentingnya kebersamaan dalam menjalankan pembangunan. Saat itu, tujuan yang ingin dicapai adalah ikut menikmati kursi kekuasaan.

Dengan kondisi ini, maka cukup elite parpol saja yang perang. Masyarakat umum tidak perlu ikut-ikutan. Apalagi sampai baper dan menimbulkan perselisihan antara tetangga, teman, dan kerabat akibat membela tokoh politik dan jagoan untuk Pilpres.

Baca juga : Jangan Ada Keretakan Di TNI

Publik boleh mendukung parpol dan tokoh tertentu. Publik juga boleh tidak suka terhadap parpol dan tokoh tertentu. Tapi, dukungan dan ketidaksukaan itu harus sewajarnya. Tidak perlu terlalu menggebu-gebu dan penuh nafsu. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.