Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perang Survei

Jumat, 23 September 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Di zaman digital ini, pertempuran memenangkan citra dan framing persepsi publik semakin dahsyat. Pilihan instrumennya semakin banyak dan bervarian: nyaris meliputi darat, laut, dan udara. Setiap penjuru harus dimenangkan, oleh jenis pasukan sendiri-sendiri. Mendengari Pilpres 2024, para kandidat pun semakin all out memenangkan medan perang opini.

Berita Terkait : Rekening Gendut Kepala Daerah

Serangan yang dilancarkan seperti tidak mengenal ruang dan waktu. Hampir terjadi tiap detik. Setiap satu peristiwa ditafsir ya, di-framing sedemikian rupa, agar menguntungkan masing-masing kandidat. Semua dilakukan demi perubahan dampak elektoral.

Berita Terkait : Cukup Elite Yang Perang

Salah satu instrumen framing yang dampaknya cukup kuat ialah kegiatan survei. Survei telah dipakai sebagai alat meyakinkan publik tentang peta dukungan masing-masing bakal calon. Sungguh, survei kini telah dimodifikasi, di-engineering untuk tujuan-tujuan pemenangan politik. Ironi.

Berita Terkait : Sudah Lama Bocor

Kalau melihat tujuan generiknya, survei dilakukan untuk mendeteksi dini posisi elektoral seorang calon kontestan politik. Dengan deteksi dini, ia bisa melakukan pemetaan awal siapa lawan, kelompok mana saja yang menjadi basis utama dukungan, potensi tambahan dukungan, isu-isu apa yang jadi concern pemilih untuk di-address dalam kampanye, dan lain sebagainya. Secara berkala, survei digelar dengan tujuan memberi manfaat kepada internal tim sukses berupa informasi seputar kans dukungan politik.
 Selanjutnya