Dark/Light Mode
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Wartawan Senior
Sebelumnya
Karena itulah, mengapa kita perlu terus mengingatkan bahwa manuver politik yang terlalu atraktif, apalagi kalau terlampau vulgar, bisa melukai hati rakyat. Pejabat publik yang menjadi caleg, juga bisa memecah fokus.
Jangan sampai ada anggapan bahwa keriuhan politik ini karena ada sebagian elite yang sedang bertransaksi serta berusaha mengamankan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Akibatnya, rakyat dinomorduakan.
Baca juga : Mencari Seorang Negarawan
Kepentingan pribadi tersebut bisa macam-macam. Dari yang kecil sampai yang sangat besar. Kerabat dekat mau pun jauh. Yang terlihat maupun tidak. Yang murni atau dibalut “demi kepentingan rakyat”.
Persoalan 275 juta jiwa rakyat Indonesia tidak bisa dibarter dengan kepentingan pribadi atau kelompok. Da lam bentuk apa pun.
Baca juga : Nonton Drama, Rakyat Bisa Apa?
Karena itu, kembalilah kepada rakyat. Seratus persen. 24 jam sehari. Tidak bisa disambi. Masih banyak persoalan rakyat di berbagai daerah yang sangat urgen dan perlu mendapat perhatian.
Karena itu, jangan dikendalikan oleh viralisme. Jangan lukai hati rakyat. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.