Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Ada game over, ada game changer. Istilah game over atau “permainan selesai” dikenal di dunia per-game-an menyusul maraknya permainan video game di era 60-an. Dunia politik kemudian mengadopsi istilah ini.
“Moeldoko Game Over”, begitu judul Rakyat Merdeka, Jumat (10/8) di halaman 1. Beritanya tentang Moeldoko yang kembali gagal merebut Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Cs. Mahkamah Agung secara resmi memutuskan nasib Partai Demokrat ini, Kamis (10/8).
Baca juga : Cukup Kabel Itu Yang Semrawut
Awalnya, kasus Demokrat dianggap sebagai game changer, pengubah permainan politik. Karena, kalau Moeldoko yang menang dan menguasai Demokrat, nasib AHY di bursa Cawapres bisa tamat. Bahkan, nasib Anies Baswedan sebagai Capres, juga bisa berakhir.
Sekarang, bukan Moeldoko atau MA yang menentukan nasib politik Anies atau AHY, tapi Koalisi Perubahan (Demokrat, Nasdem dan PKS) lah yang menentukan itu.
Baca juga : Buatlah Rapor Janji-Janji
Sejauh ini, di antara ketiga parpol tersebut belum ada kesepakatan siapa yang akan mendampingi Anies. Masih alot. Bahkan ada nada-nada ancam mengancam. Kondisi seperti ini juga dialami Koalisi lain.
Kubu Prabowo, dan Ganjar Pranowo, juga belum jelas siapa cawapresnya. Masih Tarik ulur. Sedang dicocok-cocokkan. Apakah akan ada game changer, pengubah arah permainan? Ada.
Baca juga : Memegang Kunci Anak Muda
Kalau Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan batas usia minimal Capres/Cawapres menjadi 35 tahun (dari sebelumnya 40 tahun), maka putusan ini bisa menjadi game changer.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.