Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Wartawan Senior
Sebelumnya
Pada Pilpres 2019, Mahfud yang tinggal selangkah menjadi Cawapres Jokowi, tiba-tiba gagal di menit terakhir. Dia digantikan Kyai Ma’ruf Amin. Mahfud kecewa, tapi tak terlalu terlihat.
Sebagai “gantinya” Mahfud menjadi menteri kabinet Jokowi. Di sini dia bisa berekspresi. Asanya masih terpupuk. Mahfud juga kerap berada dalam pusaran kasus-kasus besar dan kontroversi. Namanya menjadi sumber berita. “Obornya” terus menyala.
Baca juga : Janji Politik Dan Doa Rakyat
Dalam periode ini, sepertinya Mahfud juga memperkuat branding dirinya. Dalam kasus-kasus korupsi, keadilan dan kerakyatan, setidaknya dia menuai karakter anti korupsi, berani, jujur, independen serta obyektif.
Sekarang nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mencuat lagi. Bersama Ridwan Kamil dan beberapa yang lainnya, yang juga memiliki kelebihan, namanya menguat untuk posisi Cawapres.
Baca juga : Darurat Judol Menembus Senayan
Apakah kesabaran Mahfud akan membuahkan hasil? Atau dia akan kembali gugur di injury time? Tergantung garis tangan dan campur tangan.
Bagi rakyat, siapa pun yang terpilih di antara tiga kandidat bakal Capres atau Cawapres, yang penting bisa melahirkan kebijakan yang pro rakyat. Bukan pro yang lain. Bisa membahagiakan dan menyejahterakan rakyat. Bukan yang lain.
Baca juga : "Tentuin Saja Pemenangnya…"
Seperti kata pemimpin China Deng Xiaoping, “tak masalah kucing hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus”. Bukan membiarkan, apalagi memelihara tikus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.