Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Sekitar tiga pekan lagi kita memasuki Bulan Ramadan. Bagi kaum Muslimin, Ramadan adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan. Bulan mulia ini seyogyanya diisi dengan yang baik-baik dalam segala bidang kehidupan. Termasuk dalam bidang politik. Segala caci maki, sumpah serah, apalagi fitnah, seharusnya dihentikan. Stop!
Selama ini, dunia politik kita sangat bising dan penuh kegaduhan. Setiap hari, berbagai sindiran, serangan, dan hinaan terus mewarnai pertarungan para elite yang ingin meraih kekuasaan di Pilpres 2024. Dunia nyata dan dunia maya sama bisingnya. Sindiran dibalas sindiran yang lebih keras. Serangan dibalas serangan yang lebih kasar.
Baca juga : Politik Rem Dan Kaca Spion
Perang elite ini juga menular ke akar rumput. Yang membuat miris, serangan ke calon tertentu masih ditemukan di forum-forum yang seharusnya memberikan hikmah dan pencerahan. Pendukung Capres A menyerang kandidat Capres B. Pendukung Capres C menyerang Capres B. Pendukung Capres B melakukan serangan balik. Begitu terus.
Dengan semakin dekatnya Ramadan, kita berharap, segala serangan, caci maki, apalagi fitnah, itu bisa dihentikan. Agar kita mampu menyambut Ramadan dengan hati yang bersih. Dengan begitu, selama Ramadan nanti bisa menjalankan ibadah dengan khusuk, sehingga mendapat predikat takwa sebagaimana firman Allah SWT.
Untuk para Capres dan Timsesnya yang tidak terima dengan hasil Pilpres, silakan menempuh koridor hukum yang tersedia. Silakan berusaha semaksimal mungkin. Yang tidak boleh adalah menyuluh emosi massa, yang bisa menimbulkan gesekan bahkan kerusuhan.
Menyambut Ramadan ini, mari kita berlomba-lomba untuk kebaikan. Dalam politik, banyak kebaikan yang bisa dilakukan. Bahkan bisa lebih besar kekuatannya dibanding bidang lain. Seperti dengan meringankan beban para fakir miskin sebanyak mungkin, membantu para pedagang kecil, memberdayakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan, dan sebagainya.
Baca juga : Ayo Hentikan Caci Maki
Menjelang Ramadan, menebar kebaikan seperti ini harusnya semakin digencarkan. Bukan hanya mau membantu saat kampanye. Walaupun musim kampanye sudah selesai, kebaikan itu terus harus dilakukan, terlepas menang atau kalau dalam Pemilu 2024.
Politik kebaikan ini tentu akan lebih diterima masyarakat. Politik kebaikan ini juga bisa membawa berkah dan manfaat bagi banyak kalangan. Dan yang terpenting, Ramadan nanti dapat berlangsung sejuk, indah, dan penuh berkah seperti yang kita harap-harapkan dan panjatkan dalam doa selama Rajab dan Sya’ban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.