Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Sebegitunya reaksi gara-gara perbedaan pose. Pejabat publik juga dilarang berpose saat dinas meskipun tidak sengaja. Bisa repot urusan. Diseret ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).
Kalau beruntung bisa dipelintir jadi dosa politik yang membahayakan kedudukannya. Ini sungguh waktu-waktu yang super sensitif. Rentan nyinyiran. Politik pose seharusnya disikapi biasa saja.
Jangan sampai ke hati apalagi mudah emosi. Sikapi dengan akal sehat saja. Pergaulan persaudaraan, pertemanan, dan persahabat jangan koyak karena beda pose. Dibawa santai saja. Wilayah peperangan saat ini sudah tidak bisa dikendalikan.
Dulu teritorinya dimonopoli keberpihakan media massa. Sekarang benar-benar pasar bebas dan berkesempatan yang sama melalui lini sosial media.
Baca juga : Bertahan Atau Menyerang
Perang pose terjadi di dinding-dinding facebook, twitter dan instagram. Semoga perang pose ini tidak meluluh lantakan jalinan kebangsaan kita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.