Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masuk Indonesia, Antler Siap Guyur Modal 100 Startup

Sabtu, 20 Nopember 2021 08:08 WIB
Diskusi Antler. (Foto: ist)
Diskusi Antler. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Venture Capital global yang fokus pada pendanaan tahap awal (early-stage), Antler, resmi beroperasi di Indonesia. Antler hadir hampir di seluruh ekosistem startup global, dan baru-baru ini mengembangkan bisnisnya di Toronto, Canada dan Ho Chi Minh City, Vietnam.

Antler hadir di Indonesia untuk membantu ratusan founders mengembangkan startup teknologi dan mendapatkan pendanaan melalui jaringan Antler global dan ekosistem unik dan peluang pasar di Indonesia. 

Antler Indonesia akan berkantor pusat di Jakarta dipimpin oleh Subir Lohani-mantan CEO Carmudi-yang bergabung sebagai Partner and Country Head. Kanta, alumni dari program Antler Singapura, juga bergabung di Antler Indonesia sebagai Program Director.

Didirikan di Singapura tahun 2017, Antler memiliki jaringan global di 16 negara dan telah berinvestasi di lebih dari 350 startup teknologi, yang membuat Antler sebagai salah satu ekosistem investasi tahap awal terbesar di dunia. Antler berencana untuk berinvestasi di 100 startup Indonesia dalam waktu 4-5 tahun, di mana investasi pertama di Indonesia akan dilakukan di awal 2022.

Berita Terkait : Mulai Senin Besok, Austria Full Lockdown, Paling Cepat 10 Hari

Subir mengatakan, Antler adalah salah satu dari sedikit perusahaan Venture Capital global yang fokus pada pendanaan tahap awal yang sangat terstruktur di dunia yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk membantu founders dari titik paling awal. Antler mencari individu yang berpengalaman dan berambisi untuk mengembangkan startup. 

Antler akan melakukan investasi tahap awal di tim yang kuat dengan model bisnis yang sudah tervalidasi melalui program intensif selama 6 bulan. Misi Antler adalah membantu founders untuk membentuk manajemen tim yang kuat, mengidentifikasi masalah yang paling krusial di pasar Indonesia dan memberikan solusi terbaik.

“Antler meringankan beban dari perjalanan entrepreneurship dengan memberikan akses ke talenta top global, pendanaan, pelatihan, mentor, perusahaan mitra dan investor,” ujarnya.

Menurut dia, individu dapat bergabung di program Antler hanya dengan ide bisnis yang ingin dikembangkan lebih jauh, maupun mereka yang ingin bergabung dengan tim dan bisnis yang sudah ada yang ingin dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan Antler. 

Berita Terkait : Ke Semifinal, Sindhu Siap Hadapi Akane

“Apapun titik awalnya, kami ingin kerja bersama para founders terbaik dan membantu perjalanan startup mereka,” ujar Subir.

Antler yakin bahwa banyak talenta di Indonesia yang memiliki potensi menjadi founders hebat namun belum mendapatkan dukungan dan sumber daya untuk mengembangkan ide menjadi bisnis yang sukses. 

“Saya sangat mengerti bahwa untuk mengembangkan ide menjadi bisnis yang berjalan di tahap awal itu sangat sulit, khususnya untuk founders baru. Antler hadir untuk memecahkan masalah ini,” ujarnya.

Antler telah berinvestasi di berbagai kategori startup, mulai dari deep-tech hingga perusahaan Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C) yang memiliki perkembangan pesat di berbagai sektor seperti robotics, Artifical Intelligence (AI), education-tech, marketplace, health-tech, financial-tech dan property-tech. 

Berita Terkait : Jadi Ikon Indonesia, Anis Matta: Malioboro Butuh Sentuhan Arsitektur Baru

Berikut ini adalah beberapa perusahaan portfolio Antler di Asia Tenggara: Sampingan, Base, Brick, Reebelo, Cove, Xanpool, Airalo, Homebase.

Antler mencari para individu terbaik di Indonesia yang berambisi untuk menjadi startup founder untuk bergabung di program Antler Indonesia cohort-1 yang akan dimulai di awal 2022 di Jakarta. [DIT]