Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wamendag Jerry Sambuaga

RI Berhak Batasi Perdagangan Demi Kepentingan Masyarakat Dan Keberlanjutan

Sabtu, 20 Nopember 2021 12:33 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga (Foto: Instagram)
Wamendag Jerry Sambuaga (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan, nikel adalah komoditas strategis Indonesia yang penting bagi ekonomi nasional. Sekaligus sebagai sumber daya yang tak terbarukan.

Karena itu, menurutnya, Indonesia berhak membatasi perdagangan demi kepentingan masyarakat dan keberlanjutan (sustainability).

"Indonesia berhak mengatur perdagangan sumber daya-sumber daya strategisnya. Apalagi, itu ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat yang lebih luas. Serta kepentingan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Jerry dalam keterangannya, Sabtu (20/11).

Berita Terkait : Anies Presiden Menggema Di Medan Merdeka Selatan

Nikel adalah salah satu bahan untuk membuat baterai berbagai peralatan, termasuk mobil listrik yang tengah menjadi tren dunia.

Dalam hal ini, Indonesia merupakan penghasil nikel utama di dunia. Karena itu, tak heran jika nikel Indonesia banyak dilirik oleh pasar negara-negara lain.

"Pembatasan nikel adalah bagian dari upaya lemerintah, dalam mengoptimalkan kontribusi nikel bagi perekonomian dan kepentingan nasional. Agar kita bisa mengelola dengan lebih baik, melalui hilirisasi industri bahan tambang mentah  sesuai arahan Presiden Jokowi," papar Jerry.

Berita Terkait : Pinhome Kolaborasi dengan 8 Social Run Ajak Masyarakat Berolahraga

Tak cuma itu, Jerry juga mengatakan, pembatasan tersebut juga mencerminkan kepentingan dunia internasional. Supaya pemanfaatan sumber daya yang terbatas dan tidak terbarukan, bisa memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Sehingga, upaya melawan gugatan Uni Eropa terhadap pembatasan ekspor nikel,  harus terus diperjuangkan. Jerry berharap, industri berbasis nikel bisa tumbuh dengan memanfaatkan momentum ini.

Terkait gugatan Uni Eropa, Jerry menyebutkan, Kemendag mendapatkan dukungan penuh dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian ESDM, BKPM, Kejaksaan Agung dan lain-lain, juga perwakilan Indonesia di WTO dan Uni Eropa.

Berita Terkait : Menko Airlangga Bahas Investasi Dan Perdagangan Dengan Mendag Belanda

Kerja sama yang baik ini merupakan indikator dan preseden yang baik bagi kerja sama di sektor yang lain.

"Saya merasakan makin kuatnya koordinasi, sinergi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dari tahun ke tahun. Ini semakin menguatkan teamwork yang solid dalam melawan gugatan Uni Eropa," pungkas Jerry. [HES]