Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nenilai Optimis V20 Mampu Perkuat Penyusunan Kebijakan G20 Di Bali

Jumat, 28 Januari 2022 08:04 WIB
Foto: Zoom.
Foto: Zoom.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komunitas global yang terdiri dari para pakar dan praktisi kebijakan publik yakni, Values 20 (V20) sudah menyiapkan pandangannya untuk Group of Twenty (G20) melalui V20 Summit.

V20 akan ikut berkontribusi untuk memperkuat penyusunan kebijakan multilateral di G20. Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, V20 2022 akan diadakan di Bali pada 20-21 Oktober 2022. Pada V20 nanti, Nenilai dipercaya menjadi Komite Penyelenggara. 

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Dr Vivi Yulaswati menjelaskan, Nenilai merupakan sebuah gerakan yang diprakarsai dan digagas Dayalima Abisatya bersama Bappenas, Indika Energy, Pantarei Communications dan Stoik Trisula.

Dia mengatakan, pada tanggal 2 Juli-31 Desember 2020, Nenilai telah melakukan sebuah Survei Nilai Nasional kepada 50.542 responden yang berusia minimum 15 tahun, dari seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Nusantara Bermakna Spiritual Dan Historis Dalam Perkuat Persatuan Indonesia

Survei daring ini dilakukan sebagai proses identifikasi atas nilai-nilai hidup yang dianggap penting secara individual maupun bersama secara bersama.

"Merupakan suatu kehormatan besar bagi Nenilai untuk berbagi secara global bagaimana masyarakat Indonesia lintas generasi memegang teguh nilai-nilai seperti gotong royong dan keberagaman/kebhinekaan dengan menjadi tuan rumah penyelenggara V20 Summit 2022," kata Vivi dalam keterangan pers secara virtual, dikutip Jumat (28/1).

Nenilai ingin memperluas keterlibatan (engagement) dan menghadirkan contoh nyata penerapan nilai-nilai untuk transformasi Indonesia. "Menjadi bangsa yang lebih maju dan memainkan peran penting dalam kontribusi global," ungkap Vivi.

V20 2022 Co-Sherpa Prof. Dr. Makarim Wibisono mengatakan, V20 tahun ini berupaya mengembangkan rekomendasi kebijakan berdasarkan Prioritas yang ditetapkan G20 2022. V20 menggunakan pendekatan model Sustainability Compass dari Compass Education.

Berita Terkait : Dorong Optimalisasi Pelayanan, KB Bukopin Lakukan Transformasi SDM

Yaitu keseimbangan sudut pandang arah kompas: alam (Nature), ekonomi (Economy), kesehatan jiwa raga dan kesejahteraan (Wellbeing), dan masyarakat (Society).

"V20 juga akan mengusulkan satu set nilai untuk komunitas G20, berdasarkan tema dan prioritas strategis G20 2022, deklarasi G20 5 tahun terakhir, serta pemahaman umum atas pertumbuhan kedewasaan bangsa-bangsa dalam lingkup G20,” ungkap Makarim Wibisono.

V20 2022 Advisory Board dan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid percaya nantinya nilai dasar Pancasila bisa diperkenalkan Indonesia ke tataran internasional lewat V20. Dalam menghadapi pandemi, dunia tidak bisa terbelah tapi seharusnya Bersatu, saling membantu dan berkolaborasi.

"Program V20 diharapkan mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat Indonesia dan dunia tentang pentingnya pemahaman atas nilai Inklusivitas yang didasari oleh landasan ideologi Bhineka Tunggal Ika yang artinya Persatuan dalam Keberagaman demi kemajuan bangsa," kata Arsjad.

Berita Terkait : Golkar Optimis, Pembangunan IKN Tak Bebani APBN

Selain itu segala kegiatan dunia usaha sebagai salah satu penggerak roda perekonomian negara juga harus selalu memperhatikan aspek Tata Kelola, Sosial dan Lingkungan. "Hal ini penting demi membangun perekonomian Indonesia yang berkelanjutan," tutup Arsjad.
 Selanjutnya