Dewan Pers

Dark/Light Mode

60 Negara Terancam Gagal

Jokowi: Jangan Sampai Kita Merasa Normal...

Jumat, 10 Juni 2022 21:59 WIB
Presiden Jokowi dalam perayaan HUT ke-50 Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi dalam perayaan HUT ke-50 Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyoroti tingginya inflasi di sejumlah negara, yang mempengaruhi naiknya harga berbagai komoditas.

Diperkirakan, ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan ekonomi. Mereka terancam menjadi negara gagal, jika tak bisa segera mengatasi ekonominya.

“Inilah yang perlu saya ingatkan kepada kita semuanya. Jangan sampai kita merasa normal, padahal keadaannya betul-betul pada situasi yang tidak normal. Penuh ketidakpastian. Ini yang harus kita jaga," kata Jokowi dalam perayaan 50 Tahun Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6).

Berita Terkait : Jokowi: Kebangetan Banget

Jokowi menjelaskan, saat ini kita dihadapkan pada dua problem besar. Yakni kenaikan energi dan lonjakan harga pangan.

"Hati-hati dengan ini. Itu semua, akan memunculkan yang namanya kenaikan inflasi,” ujarnya mewanti-wanti.

Dia kemudian merinci sejumlah komoditas yang naik harganya. Mulai dari gas alam yang naik 153 persen, batu bara 133 persen, minyak 58 persen, hingga minyak sawit mentah atau CPO yang melonjak hingga 207 persen.

Berita Terkait : Awas, Jangan Sampai Kita Balik Ke Zaman Orde Baru

Di luar itu, gandum juga harus diantisipasi kenaikannya. Karena dua penghasil gandum dunia, yakni Rusia dan Ukraina sedang bermasalah.

“Karena penghasil gandum 30-40 persen Ukraina dan Rusia, sekarang ini bermasalah, harga gandum di seluruh dunia naik. Dan kita di sini, ada mie, roti, yang semuanya berasal dari gandum,” pungkas Jokowi. 

Perayaan HUT ke-50 Hipmi ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Berita Terkait : Moeldoko: Pelonggaran Aturan Masker Jangan Bikin Kita Euforia

Selain itu, juga ada Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming. ■