Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berkunjung Ke Pabrik Di Bontang, Kalimantan Timur

Laba Loncat 4 Kali Lipat, Pupuk Indonesia Mendunia

Sabtu, 11 Juni 2022 06:40 WIB
Dirut PT PKT Rahmad Pribadi bersama sejumlah pemimpin media nasional di kawasan pabrik pupuk, PKT Bontang, Kalimantan Timur.
Dirut PT PKT Rahmad Pribadi bersama sejumlah pemimpin media nasional di kawasan pabrik pupuk, PKT Bontang, Kalimantan Timur.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pupuk kita ternyata sudah mendunia. Bahkan PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT, posisinya saat ini siap memimpin pasar global.

Dari Kota Bontang, di kawasan industri seluas 624 hektar, berdiri 13 pabrik yang memproduksi 3,43 juta ton urea per tahun. PKT saat ini menjadi produsen urea terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, bahkan nomor 6 di Asia Pasifik.

Kinerja PKT juga spektakuler. Salah satu anak usaha Pu­puk Indonesia ini, pendapatan bersihnya di kwartal pertama 2022 loncat 4 kali lipat menjadi Rp 3,19 triliun. Bahkan, selama April saja, labanya mencapai Rp 2 triliun. Pendapatan 2021 juga kinclong yaitu Rp 6,17 triliun, tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan ini.

Di kancah global, posisi PKT diperhitungkan. Tercatat ada 57 perusahaan di dunia bidang chemical agriculture, dan PKT menempati nomor 2 yang dinilai paling kuat manajemennya.

Melampaui perusahaan se­jenis di Jerman dan Maroko. Hebat kan?

Berita Terkait : Demi Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Dukung Pasokan Pupuk Indonesia

Awal pekan lalu, Rakyat Merdeka bersama sejumlah pimpinan media massa nasional berkunjung ke PT PKT, di Bon­tang, Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT PKT Rahmad Pribadi mengundang tur pabrik, hingga masuk ke control room yang sudah berteknologi digital.

Pagi hari, Dirut mengajak olahraga jalan santai di seputar kawasan perumahan yang dikelola PKT. Dan menjelang pulang, kita diberi sajian istimewa. Santapan lobster dari karamba jaring apung, hasil nelayan yang dibina oleh PKT di sekitar pabrik.

Kawasan perumahan yang dikelola PKT sangatlah asri, terawat. Bersih dan modern. Fasili­tasnya lengkap. Sarana olahraga, dari basket, tenis lapangan sam­pai kolam renang.

Jalan-jalannya yang lebar dan teratur, diberi nama bunga. Kecuali satu jalan protokol, namanya Kotan Pasa­man. Siapa dia?

Berita Terkait : Guru Besar UGM Dukung Erick Thohir Kembangkan Industri Kreatif Indonesia Mendunia

Kotan Pasaman ternyata sosok visioner di balik majunya PT Pupuk Kaltim.

Di era kepemimpinannya, PKT berhasil memproduksi jutaan ton pupuk dan memenuhi pasar Asia Tenggara. Kotan Pasaman saat ini dikenal sebagai Bapak Industri Pupuk Indonesia.

Bakir Pasaman, putra Kotan Pasa­man adalah Dirut PKT sebelum Rahmad Pribadi. Kini, Bakir Pasaman menjabat sebagai Dirut Holding PT Pupuk Indonesia yang anak-anak usahanya se­lain PKT, ada PT Pupuk Sriwi­djaya Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Re­kayasa Industri, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

 

pabrik pupuk, PKT
Dirut PKT Rahmad Pribadi di ruang kendali digital pabrik pupuk, PKT, Bontang, Kalimantan Timur. 

 

Berita Terkait : Bolu Stim Menara Kasih Kejutan Buat Penumpang Citilink Indonesia

Saat kunjungan pabrik PKT, Dirut Rahmad Pribadi yang di­dampingi Direktur Operasi dan Produksi, Hanggara Patrianta, memperlihatkan pusat kendali pabrik pupuk. Berupa ruangan yang dipenuhi layar-layar kom­puter besar di dindingnya.

Ada sejumlah anak-anak muda memelototi angka-angka yang tertera di layar itu. Dari tempat tersebut, beberapa pabrik bisa dikendalikan secara digital.

Selain urea, PKT juga mem­produksi NPK 300 ribu ton per tahun dan Amoniak sebanyak 2,74 juta ton per tahun.
 Selanjutnya