Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dikhawatirkan Hilangkan Barang Bukti

4 Petinggi ACT Ditahan Di Rutan Bareskrim Polri

Jumat, 29 Juli 2022 21:02 WIB
Tersangka Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin berjalan memasuki Gedung Bareskrim sebelum diperiksa sebagai tersangka terkait penyelewengan dana umat, Jumat (29/7). Ahyudin diperiksa sebagai tersangka berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018. (Foto: Antara)
Tersangka Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin berjalan memasuki Gedung Bareskrim sebelum diperiksa sebagai tersangka terkait penyelewengan dana umat, Jumat (29/7). Ahyudin diperiksa sebagai tersangka berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Empat petinggi lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akhirnya ditahan. Mereka adalah mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar, Ketua Dewan Pembina ACT Novardi Imam Akbari, dan Senior Vice President Operational Global Islamic Philanthropy Hariyana Hermain.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, keempatnya ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri. Keputusan penahanan itu didapat setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

Berita Terkait : Dikhawatirkan Kabur Ke Luar Negeri, 4 Petinggi ACT Dicekal

"Penyidik memutuskan untuk melakukan proses penahanan terhadap empat tersangka tersebut," kata Whisnu kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jumat (29/7).

Menurut Whisnu, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan keempat tersangka menghilangkan barang bukti. “Minggu lalu kami melaksanakan geledah di kantornya ACT ada beberapa dokumen yang sudah dipindahkan dari kantor tersebut sehingga kekhawatiran penyidik para tersangka tersebut akan menghilangkan barang bukti (BB)," tegasnya.

Berita Terkait : Andika Terima Bintang Penghargaan dari Sultan Brunei

Ahyudin mengaku siap menghadapi segala proses hukum, termasuk penahanan. “Insyaallah saya akan ikuti semua proses hukum ini sebaik-baiknya dengan penuh kooperatif, Insyaallah semoga proses ini semua akhirnya untuk kebaikan dan perbaikan," kata Ahyudin saat hendak memasuki ruang pemeriksaan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Jumat (29/7) siang.

Namun, dia mengaku, belum dapat pemberitahuan terkait statusnya sebagai tersangka. Oleh karena itu, kehadirannya hari ini untuk pemeriksaan sekaligus menerima pemberitahuan tersebut. Selain Ahyudin, tiga petinggi ACT yang sudah ditetapkan menjadi tersangka juga diperiksa.

Berita Terkait : Kasus Dugaan Pencabulan, Legislator DK Dipanggil Bareskrim Polri