Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut Baik Tarif Baru Ojol

Garda Indonesia Minta Kemenhub Gencarkan Sosialisasi Regulasi

Selasa, 9 Agustus 2022 14:02 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia menyambut positif tarif baru ojek online (ojol). Ketua Umum Garda Indonesia Igun Wicaksono meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk gencar melakukan sosialisasi regulasi baru tersebut kepada seluruh stakeholder, termasuk pengguna layanan aplikasi ojek online.

"Adanya regulasi baru ini harus disosialisasikan oleh Kemenhub kepada seluruh stakeholder termasuk mitra pengemudi dan juga pengguna jasa layanan aplikasi atau pelanggan kami," ujarnya kepada RM.id, di Jakarta, Selasa (9/8).

Dalam aturan baru tersebut, Igun memang masih melihat adanya aturan biaya sewa paling tinggi sebesar 20 persen masih diberlakukan di dua perusahaan aplikasi ojol. Sedangkan, beberapa aplikasi ojol ada yang masih menerapkan biaya sewa aplikasi di bawah 20 persen.

Berita Terkait : Kemendagri Gaungkan Pentingnya Net Zero Emission

"Biaya sewa maksimal 20 persen memang memberatkan bagi mitra pengemudi ojol, namun ada beberapa perusahaan aplikasi yang memberlakukan biaya sewa aplikasi dibawah 20 persen. Tentunya ini dapat menjadi opsi atau pilihan dari mitra untuk aktif menggunakan aplikasi yang tidak memberatkan dalam biaya sewa," tuturnya.

Menurutnya, faktor utama dari komponen tarif salah satunya adalah BBM. Untuk saat ini memang belum ada kenaikan harga BBM jenis Pertalite yang umum digunakan oleh ojol.

Namun, dengan adanya regulasi dari Pertamina mengenai pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite, sedikit banyak akan berdampak pada pendapatan dari pengemudi ojol.

Berita Terkait : Jadwal Baru Asian Games, NOC Indonesia Imbau Cabor Tetap Fokus Kualifikasi Paris

"Jika suatu saat terjadi kenaikan BBM jenis Pertalite maka komponen tarif harus kembali disesuaikan sebagai salah satu komponen dalam Operational Expenditure (Biaya Operasional)," ucapnya.

 

Apa aturan tarif ini sesuai harapan ojol? Igun mengakui ojol akan menyesuaikan terlebih dahulu dalam 3 bulan kedepan lalu dievaluasi.

"Sebaiknya memang perlu dilakukan evaluasi per semester atas tarif terbaru yang berlaku yang sekiranya tarif sudah memenuhi semua unsur keadilan bagi bagi stakeholder, mitra maupun pelanggan," jelasnya.

Berita Terkait : Prabowo Dianggap Kunci Koalisi Pemilu 2024

Sebelumnya, Kemenhub resmi menaikan tarif ojol. Kenaikan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Keputusan ini terbit pada 4 Agustus 2022. ■