Dark/Light Mode

Investasi Terminal Kijing Rp 2,9 Triliun

Jokowi Genjot Daya Saing Kalbar

Rabu, 10 Agustus 2022 06:35 WIB
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, di Kabupaten Mempawah, Selasa (09/08/2022). (Foto: Humas Setkab/Fitri).
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, di Kabupaten Mempawah, Selasa (09/08/2022). (Foto: Humas Setkab/Fitri).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), kemarin. Pelabuhan ini digadang-gadang bakal menjadi pelabuhan terbesar di Pulau Kalimantan.

Turut mendampingi Jokowi, Menteri Badan Usaha Milik Nega­ra Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Jokowi mewanti-wanti agar infrastruktur ini dimanfaatkan betul.

Baca juga : Diresmikan Jokowi, Terminal Kijing Kerek Daya Saing Produk Unggulan Kalbar

“Tadi tanya Dirut Pelindo, habis berapa Pak ini? Gede banget, seperti ini Rp 2,9 triliun. Jadi, jangan sampai investasi besar tidak bisa memperkuat daya saing, dan tidak bisa memperbaiki konek­tivitas antarpelabuhan, pulau dan negara,” kata Jokowi.

Eks Wali Kota Solo ini mengatakan, pembangunan Termi­nal Kijing sudah dimulai sejak 2016. Pelabuhan itu dibangun untuk memperkuat daya saing dari produk-produk unggulan yang dihasilkan para pelaku usa­ha di Kalbar. Produk itu memiliki kekuatan besar seperti Crude Palm Oil (CPO), alumina atau bauksit dan produk lainnya.

Pelabuhan itu memiliki kapa­sitas 500 ribu twenty foot equivalent unit (teus) dan 8 juta teus untuk non-peti kemas. Uniknya, hingga saat ini pelabuhan terse­but belum memiliki nama.

Baca juga : Lobi Airlangga Dan Agus Ke Jepang Berbuah Manis

“Nama pelabuhan ini diubah atau berbeda silakan diajukan pada Pemerintah Pusat. Saya kira seluruh aspirasi akan kami tampung,” kata mantan Guber­nur DKI Jakarta ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Terminal Kijing merupakan salah satu Proyek Strategis Na­sional (PSN). Pembangunannya dilakukan oleh PT Pelindo yang telah mendapatkan konsesi dari Pemerintah.

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, menjelaskan, Termi­nal Kijing dibangun lantaran Pelabuhan Pontianak makin terbatas dengan pendangkalan dan berada di tengah kota.

Baca juga : Cek Pasar Peterongan, Jokowi Dengar Keluhan Pedagang Soal Harga Cabai

“Terminal Kijing diharapkan menggantikan Pelabuhan Pon­tianak, dan memberikan ruang bagi industri yang tumbuh di Kalbar,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.