Dewan Pers

Dark/Light Mode

Direstui BPOM, Pabrik Minyak Makan Merah Segera Dibangun

Senin, 22 Agustus 2022 14:37 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mendukung pemerintah menjaga ketahanan pangan (food security).

Salah satu unit usaha dari PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai anak usaha dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

PPKS telah menghasilkan inovasi yang diharapkan menjadi langkah baru dalam pengentasan stunting sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk inovasi tersebut adalah Minyak Makan Merah.

Berita Terkait : Isi Reses DPR, Marsiaman Saragih Ajak Masyarakat Terus Bergotong Royong

Dalam rangka memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, PPKS berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keamanan dan mutu produk Minyak Makan Merah.

Kepala BPOM Penny K. Lukito datang langsung ke Kantor Pusat PPKS di Medan Sumatera Utara.

“BPOM mendukung penuh percepatan implementasi program ini dan mensupervisi pembangunan pabrik Minyak Makan Merah agar sesuai dengan Good Manufacturing Practice (cara memproduksi pangan yang baik),” ujar Penny dalam kunjungannya, dikutip Senin (22/8).

Berita Terkait : KPK Sita Pom Bensin Milik PT Nindya Karya Dan Tuah Sejati

Penny menegaskan, proses supervisi dalam rangka mendapatkan izin edar tersebut tidak berbiaya atau gratis. Kemudian, kata Penny, PPKS dan BPOM akan terus berkoordinasi agar upaya mewujudkan pabrik Minyak Makan Merah dapat segera terealisasi dan produknya dapat terjamin untuk dikonsumsi masyarakat.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mahmudi mengatakan, Minyak Makan Merah memiliki beberapa keunggulan.

Antara lain, proses pengolahan yang sederhana dan murah, instalasi pengolahan dapat dibangun di remote area sehingga distribusi dan biaya logistik menjadi lebih murah, memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik sehingga dapat menjadi solusi untuk pemenuhan zat gizi bagi masyarakat Indonesia.

Berita Terkait : Teten : Minyak Makan Merah Optimis Diserap Pasar

"Serta yang tak kalah penting adalah dapat dikembangkan pada skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau Koperasi, sehingga berpotensi meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan pekebun,” katanya.
 Selanjutnya