Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tenun Kamohu, Produk Kain Bersejarah Asli Buton Tengah
Senin, 19 September 2022 20:08 WIB
Sebelumnya
Kini di tengah masifnya digitalisasi yang berimbas terhadap modernisasi rupanya tak membuat Erly takut akan punahnya tradisi menenun di desa mereka.
Baca juga : Erick Ajak Peretas Lokal Berkolaborasi Membangun Bangsa
Sebab, dia meyakini tradisi ini akan tetap lestari pada setiap generasi baru yang lahir di desa mereka.
Baca juga : Erick: Kinerja BUMN Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
"Tradisi ini akan selalu ada karena ibu di tiap keluarga akan selalu menurunkan ini ke anak cucu mereka. Semua pasti bisa. Di saat mereka remaja, mereka harus diajarkan ini. Makanya ini menjadi keharusan di desa kami. Walaupun para perempuan ini punya pendidikan yang tinggi, mereka akan tetap melestarikan tradisi ini," ujar Erly.
Baca juga : Kementan Percayakan Produksi 44 Ribu Benih Alpukat Ke Milenial
Layaknya melukis di atas kain, istilah tersebut yang diucapkan Erly saat menjelaskan bahwa ketika para penenun ini membuat kain yang dipesan oleh pelanggan, pola kain yang diminta akan tergambar di pikiran para penenun dan langsung mereka tuangkan.Harga setiap kain ini pun cukup dibanderol seharga Rp 200 ribu - Rp 300 ribu. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya