Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Dunia Diselimuti Awan Gelap
Sri Mulyani Tak Gentar
Selasa, 11 Oktober 2022 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, diprediksi tahun depan awan gelap bakal menyelimuti ekonomi global. Indonesia harus siapkan langkah pencegahan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh profesi terutama di bidang keuangan, bersama-sama menjaga sektor keuangan dengan bersikap waspada dan profesional.
“Perkembangan dunia yang akan sangat bergejolak atau volatile tentu perlu diwaspadai. Tidak berarti kita gentar. Kita tetap optimistis, namun waspada,” ujar Sri Mulyani dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo 2022 di Jakarta, kemarin.
Baca juga : KPK Maju Tak Gentar
Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam proses pemulihan pasca dihantam pandemi Covid-19.
Proses tersebut, kata Sri Mulyani, menjadi tantangan. Sebab, di tengah pertumbuhan ekonomi sedang berangsur baik, awan gelap justru menyelimuti perekonomian global.
Saat melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IImenguat 5,4 persen, namun risiko baru muncul dalam ketegangan politik di Eropa yang menimbulkan dampak negatif.
Baca juga : Hari Ini Lawan Guam, Garuda Muda Tanpa Penonton
Menurutnya, ketegangan geopolitik yang terjadi di Eropa turut membawa dampak terhadap krisis pangan, energi, dan potensi terjadinya krisis keuangan.
Untuk itu, Pemerintah akan terus menggunakan instrumen fiskal agar mampu melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
“APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) akan hadir sebagai instrumen untuk meredam guncangan akibat ketidakpastian yang terjadi di dunia,” kata Sri Mulyani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya