Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Dunia Diselimuti Awan Gelap
Sri Mulyani Tak Gentar
Selasa, 11 Oktober 2022 06:20 WIB
Sebelumnya
Gelombang PHK
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku, sudah ada riak-riak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat kondisi ekonomi di beberapa sektor usaha.
Menurut Said, para menteri seharusnya menumbuhkan optimisme dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi resesi.
Baca juga : KPK Maju Tak Gentar
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman meminta, semua pihak termasuk Pemerintah dan pekerja saling bekerja sama.
Hal itu dilakukan untuk mengatasi efek domino tekanan ekonomi yang menumpuk, sehingga berujung pemutusan kontrak kerja, bahkan PHK massal.
Nurjaman mengakui, sudah mulai terlihat adanya PHK pekerja di beberapa sektor industri. Namun, belum terlalu signifikan.
Baca juga : Hari Ini Lawan Guam, Garuda Muda Tanpa Penonton
“Kami tidak ingin gelombang PHK terjadi. Tapi, sekarang sudah ada. Sudah ada riak. Biasanya, dimulai dengan memutus karyawan kontrak dulu, baru kemudian PHK karyawan tetap. Ini harus dicegah, jangan sampai jadi gelombang PHK,” tuturnya.
Sebelumnya, Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva mewanti-wanti, ekonomi global pada 2023 akan gelap gulita lantaran menghadapi risiko resesi dan ketidakstabilan pasar keuangan.
Georgieva mengatakan, prospek ekonomi global gelap gulita terjadi lantaran guncangan yang disebabkan pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, hingga bencana iklim di semua benua. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya