Dewan Pers

Dark/Light Mode

DEB Pertamina - Wasteco : Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Kamis, 24 November 2022 20:50 WIB
Pengolahan sampah menjadi gas metana untuk penyediaan kebutuhan gas rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Manggar, Balikpapan. (Dok. PHE)
Pengolahan sampah menjadi gas metana untuk penyediaan kebutuhan gas rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Manggar, Balikpapan. (Dok. PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen dalam implementasi kegiatan CSR. Khususnya dalam aspek program pengembangan sosial dan kemasyarakatan (Community Involvement & Development/CID) yang berkelanjutan.

Hal ini untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs). Hasil dari implementasi program tersebut mendapatkan pengakuan internasional berupa penghargaan CSR.

Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sebagai bagian dari Zona 8 Regional Kalimantan menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina Waste to Energy for Community (Wasteco).

Berita Terkait : Pertamina Pastikan Pasokan Energi Selama KTT G20 Bali Aman

"Desa Berdikari Pertamina ini hadir untuk mendukung ketersediaan akses energi yang lebih terjangkau, dapat diandalkan dan berkelanjutan sebagai sumber Energi baru Terbarukan (EBT) bagi masyarakat," tutur Arya.

Program ini juga merupakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan melalui TPAS Manggar. Wasteco telah dimanfaatkan oleh 275 sambungan rumah dan 22 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di sekitar TPAS Manggar.

Dengan memanfaatkan gas metana sebesar 583.000 m3/tahun, dan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 288.449 ton CO2eq/tahun.

Berita Terkait : Sampah Laut Berkurang 70 Persen

Program ini juga telah memberikan dampak ekonomi berupa penghematan biaya memasak bagi masyarakat hingga Rp 255,6 juta/tahun karena subtitusi gas elpiji, peningkatan pendapatan usaha UMKM sebesar Rp 52 juta/tahun. Serta adanya penghematan biaya listrik TPAS Manggar sebesar Rp 47 juta/tahun.

Perhitungan dampak sosial dan ekonomi atas pelaksanaan Program Wasteco juga telah dilakukan PHM menggunakan analisis Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:17,96. 

Analisis ini untuk menggambarkan nilai setiap dampak sosial ekonomi dan kontribusi para pihak terhadap pelaksanaan program.

Berita Terkait : Bersama Melangkah Dalam Era Transisi Energi Mewujudkan NZE

Raih Penghargaan 

PHE melalui Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina Wasteco yang dijalankan PHM juga meraih penghargaan ‘Great Practice Award 2022’ dalam kategori Best Practice pada ajang Global Corporate Sustainable Award (GCSA), diselenggarakan Alliance for Sustainable Development Goals (A SDGs) dan Taiwan Institute for Sustainable Energy.
 Selanjutnya