Dark/Light Mode

Investasi Rempang Eco-City Capai Rp 300 Triliun

Bahlil: Jangan Sampai Investornya Kabur Lho

Selasa, 19 September 2023 07:10 WIB
Menteri Investasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Pengembangan Investasi (BKPM) Bahlil La­hadalia. (Foto: Antara)
Menteri Investasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Pengembangan Investasi (BKPM) Bahlil La­hadalia. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bakal mempercepat pembangunan Rempang Eco-City dengan tetap mengedepankan cara humanis di tengah konflik warga dengan aparat. Jangan sampai, kesempatan meraih investasi yang bisa mensejahterakan masyarakat setempat ini dicomot negara lain.

Menteri Investasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Pengembangan Investasi (BKPM) Bahlil La­hadalia mengatakan, negara akan menggunakan cara-cara yang lebih humanis dalam menghadapi masyarakat Pulau Rempang yang kudu direlokasi, imbas Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

“Kami akan mengerahkan cara-cara yang lembut,” kata Bahlil di Batam, Kepulauan Riau, dikutip dari Antara, kemarin.

Baca juga : Bahlil: Kalau Investasi Di Rempang Gagal, Rp 175 Triliun Melayang

Bahlil mengingatkan, investasi bakal mendatangkan kesejahter­aan, karena bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.

“Masyarakat yang akan kita geser juga akan diberikan hak-haknya,” tegas Bahlil.

Menurut Bahlil, investasi itu tidak seperti buah yang tumbuh dari sebuah pohon. Investasi harus direbut, sehingga bisa men­ciptakan lapangan pekerjaan.

Baca juga : PMN Rp 3 Triliun Untuk Peremajaan Kapal Pelni

“Kami ini berkompetisi, nega­ra tujuan Foreign Direct Invest­ment (FDI) terbesar di ASEANsaat ini diraih Singapura di posisi pertama. Sedangkan Indo­nesia dengan luas wilayah lebih besar, justru berada di posisi kedua,” ujarnya.

Karena itu, Bahlil menegas­kan, perebutan proyek investasi asing ini butuh kecepatan dan ketepatan yang tidak menimbul­kan kerugian di satu pihak.

“Jangan sampai investor ka­bur. Tapi kita juga harus mem­perhatikan masyarakat lingkungan setempat,” jelasnya.

Baca juga : Bahlil: Jangan Takut Bermitra Di Indonesia

Menurutnya, total nilai in­vestasi yang akan diserap dari Rempang Eco-City itu menca­pai lebih dari Rp 300 triliun. Di pengembangan tahap awal, investor akan menggelontorkan kurang lebih Rp 175 triliun.

Dengan begitu, akan berdampak positif terhadap capaian pendapa­tan negara. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat, berupa banyaknya kesempatan lapangan pekerjaan.

“Kalau ini lepas, itu berarti potensi capaian pendapatan asli daerah dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita akan hilang,” ingat Bahlil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.