Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Gandeng PLN, Pupuk Indonesia Perkuat Posisi Jadi Pelopor Amonia Hijau
Senin, 4 Desember 2023 21:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menandatangani Joint Development Study Agreement (JDSA), atau perjanjian studi pengembangan bersama terkait ekosistem green hydrogen dan green ammonia terintegrasi di kawasan industri PT Pupuk Kujang.
Penandatanganan ini, dilakukan bersamaan dengan kegiatan COP28 atau konferensi tingkat tinggi PBB di Dubai, Minggu (3/12/2023).
Baca juga : Menpora: FIFA Puji Indonesia Sukses Gelar Piala Dunia U-17
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan, arah pengembangan perusahaan ke depan adalah menjadi industri pupuk dan petrokimia global yang terintegrasi.
Karenanya, dengan kapasitas produksi amonia Pupuk Indonesia grup sekitar tujuh juta ton per tahun, perseroan berpotensi besar menjadi pemain utama pada industri ini.
Baca juga : Kembangkan Produk Asli Indonesia, Waroeng Teh Kotjok Ubah Nama Jadi Teh Kotjok
“Pupuk Indonesia berpotensi besar, menjadi global player pada industri green ammonia, terlebih dengan posisi strategis Indonesia yang dapat menjadi hub green hydrogen dan green ammonia,” ujar Rahmad, melalui siaran pers, Senin (4/12/2023).
Selain itu, kerja sama ini juga upaya perseroan untuk memperluas kerja sama pengembangan ekosistem green hydrogen dan green ammonia di Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya