Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) memastikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap tetap berjalan, dalam rangka mewujudkan cita-cita meraih kemandirian dan ketahanan energi nasional.
“Pertamina tetap akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, sambil secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner yang lain,”kata Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina di Jakarta, Kamis (28/5).
Baca juga : Patra Jasa Selesaikan Pembangunan RSPP Extension Covid-19 Tepat Waktu
Meski dunia masih dilanda pandemi Covid-19 dan diwarnai penurunan demand BBM serta tekanan terhadap nilai kurs rupiah, Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan proyek strategis nasional yang merupakan amanah dari Pemerintah, termasuk pembangunan kilang Cilacap sebagai bagian dari proyek RDMP/GRR Pertamina.
“Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP, sekaligus memastikan amanah pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang," tutur Fajriyah.
Baca juga : Jinakkan Harga Gula, Kebon Agung Gelar Operasi Pasar
Menurutnya, Pertamina akan memaksimalkan dan mengoptimalkan penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru, agar dapat selesai sesuai target. Jika proyek ini rampung, nantinya kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel per hari. Sehingga, kebutuhan BBM dapat terpenuhi tanpa perlu impor. “Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target Pemerintah untuk menyetop import BBM pada tahun 2026,”imbuhnya.
Melalui proyek pengembangan kilang Cilacap, kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu barel akan meningkat menjadi 370 ribu barel per hari. Selain itu, juga akan terjadi juga peningkatan produksi bensin (gasoline) dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph. Serta produksi diesel, dari 82 ribu bph menjadi 137 ribu bph.
Baca juga : Tito Bahas Pengembangan Kawasan 3 Pos Lintas Batas
“Sebelumnya, kami juga telah menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap, dan saat ini menjadi bagian dari RU IV Cilacap. Kilang telah beroperasi penuh. Sejak pandemi Covid-19, operasional tetap berjalan dengan protokol keamanan dan kesehatan," pungkas Fajriyah. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya