Dark/Light Mode

Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said:

Tamu Sepi, Hotel Jualan Makanan

Rabu, 29 Juli 2020 05:58 WIB
Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said (Foto: Tangkapan layar)
Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said (Foto: Tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingkat okupansi alias hunian kamar hotel yang turun drastis di awal-awal pandemi corona memaksa pebisnis di sektor ini putar otak. Karena tamu sepi, hotel cuma bisa jualan makanan dan minuman.

Ihwal ini diceritakan Dirut PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Iswandi Said dalam program “Ngopi Pagi” virtual, Rakyat Merdeka, kemarin. PT HIN adalah perusahaan BUMN yang membawahi sejumlah hotel dan resort yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali. Acara Ngopi Pagi ini dipandu tiga wartawan senior Rakyat Merdeka: Kiki Iswara, Ratna Susilowati, dan Budi Rahman Hakim. 

Iswandi menceritakan, tingkat okupansi sudah mulai drop sejak awal Februari. Kondisi itu bertolak belakang dengan tahun sebelumnya, ketika hotel-hotel PT HIN mencetak untung besar. Awal Februari itu, sebenarnya virus corona belum masuk Indonesia. Tapi, tamu hotel sudah jarang. Iswandi sampai terkaget-kaget melihat dropnya tamu, baik dari internasional maupun domestik. 

Baca juga : Bamsoet Ingin Industri Custom Jadi Salah Satu Kekuatan Ekonomi

Sejak saat itulah dirinya beserta seluruh majamen PT HIN mulai putar otak. Di masa awal corona masuk, pihaknya memutuskan untuk tetap menerima tamu dengan menggunakan protokol kesehatan. Namun, karena tamu hotel sepi, pihaknya kemudian memutuskan membantu pelayanan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet, Kemayoran. "Di tower 7," kata Iswandi.

Tak sampai di situ, perusahaan yang dipimpinnya juga sempat banting setir, dari jualan kamar ke jualan makanan dan minuman. Konsepnya pesan antar atau delivery dan drive thru. "Ini juga mendukung revenue kita," imbuhnya.

Seiring dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, hunian hotel mulai pulih. Pada Juni, okupansi membaik. Sebanyak 4.500 kamar hotel HIN mulai terisi. Dengan protokol kesehatan ketat, pihaknya juga menampung penginapan ABK atau orang-orang yang melakukan perjalanan jauh.

Baca juga : Dibantai Man City 4-0, Watford di Tepi Jurang Degradasi

Untuk menggaet masyarakat mau nginap di hotel, PT HIN memberikan diskon hingga 45 persen, dengan skema book now, stay later. Tujuannya, mempertahankan cash flow perusahaan. "Booking sekarang, nginapnya boleh kapan-kapan. Sampai tahun depan," ujarnya.

Promo ini, aku Iswandi, mengundang banyak peminat. Sebagian pembeli voucher mulai melakukan check-in. Baik di Bali, Sumatera, maupun Jawa.

Di Juli, jumlah tingkat hunian semakin meningkat. Tentunya, dengan menerapkan protokol adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga : Djoko Tjandra Dapat Surat Jalan Dari Oknum Instansi

Di sesi diskusi, Ratna menanyakan cara PT HIN meyakinkan masyarakat untuk kembali menginap di hotel. Ia juga mempertanyakan nasib karyawan PT HIN di tengah menurunnya okupansi hotel. "Mudah-mudahan tidak ada yang di-PHK ya Pak...," ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.