Dark/Light Mode

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kadin Gelar Jakarta Food Security Summit

Jumat, 13 Nopember 2020 20:02 WIB
Ketua Pelaksana JFSS-5, Juan Permata Adoe. (Foto: ist)
Ketua Pelaksana JFSS-5, Juan Permata Adoe. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani berharap, sektor pertanian, peternakan dan perikanan bisa tumbuh secara berkelanjutan. Pasalnya sektor ini banyak 29 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Rosan saat jumpa pers rencana pagelaran Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November mendatang. Acara ini akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan sekaligus membuka secara resmi JFSS-5. Para Menteri Kabinet Indonesia Maju juga akan menjadi pembicara dalam acara ini. 

Rosan optimistis, sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan terus bertumbuh seiring dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja. Pasalnya, investasi di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan juga pangan akan berkembang dari hulu ke hilir. Ketiga sektor tersebut bisa menjadi ujung tombak dan lokomotif dalam perekonomian nasional.

Berita Terkait : Tingkatkan Produksi Beras, Kementan Dukung Purwakarta Tanam Padi Gogo Di Lahan Eks Tebangan

Ketua Pelaksana JFSS-5, Juan Permata Adoe menjelaskan, JFSS merupakan wadah lintas sektoral swasta, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, badan internasional, akademisi dan para petani untuk menyusun cara meningkatkan produktivitas pangan nasional dan kesejahteraan petani. Caranya dengan praktik pertanian yang baik dan ramah lingkungan.

Untuk JFSS-5 ini, Kadin mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan & Gizi, Serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan & Industri Pengolahan.” Pertimbangannya, kata Juan, selain berdampak bagi kesehatan manusia, pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian dunia dan memicu resesi ekonomi global, tak terkecuali Indonesia.

“Dampak paling nyata dari resesi ekonomi adalah meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Juan.

Berita Terkait : Ada Genangan Air Di 9 Wilayah Jakarta, Ini Lokasinya....

Juan, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan ini mengatakan, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, sektor pangan bisa menjadi salah satu tumpuan. Sektor ini tidak terdampak besar karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang selalu dibutuhkan meskipun perekonomian sedang krisis.

Bahkan, dalam situasi sekarang, sektor pangan semakin strategis karena bila pangan tidak tercukupi dikhawatirkan berpotensi mengganggu stabilitas. Terlebih, Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia akibat Covid-19.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan, Franky Oesman Widjaja mengatakan, pertumbuhan sektor pertanian, termasuk pangan tetap tinggi pada saat sektor lain justru sedang menurun, sehingga perlu terus dikembangkan. Kebijakan dan kemitraan yang berpihak kepada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, perlu terus didorong. 

Baca Juga : Duet Bareng PLN, Pertamina Dirikan Indonesia Energy and Electricity Institute

Hal tersebut selaras dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ketahanan Pangan 2019 bahwa pangan dan pertanian bagian tidak bisa dipisahkan dalam sistem agribisnis dari hulu ke hilir. “Artinya keberadaan dan kebersamaan petani dengan pengusaha merupakan sebuah keniscayaan," kata Franky.
 Selanjutnya