Dark/Light Mode

Pemulihan Ekonomi Tertahan Di Akhir Tahun

Pengetatan Sosial Bikin Daya Beli Warga Lemah

Senin, 28 Desember 2020 08:11 WIB
Ilustrasi pembeli dan penjual di pasar tradisional. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pembeli dan penjual di pasar tradisional. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menerapkan pengetatan terukur untuk mencegah penularan Covid-19 saat liburan Natal dan Tahun Baru. Pengetatan aktivitas sosial ini dinilai cukup berpengaruh terhadap konsumsi dan daya beli masyarakat.

Ekonom Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, pembatasan aktivitas sosial saat liburan Natal dan Tahun Baru 2021 sangat berdampak pada ekonomi.

Berita Terkait : Lutfi Pengen Genjot Produk Lokal Berdaya Saing Global

“Kami memprediksi, pertumbuhan masih akan berada di level negatif karena daya beli dan kon sumsi tidak maksimal di akhir tahun. Tapi jika memaksakan diri tidak membatasi aktivitas, penanganan pandemi akan berlarut-larut,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, untuk mengkompensasi pelambatan konsumsi dan daya beli akibat pembatasan sosial, pemerintah bisa memaksimalkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai akhir tahun. Khususnya anggaran bantuan sosial (bansos) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang penyerapannya masih relatif rendah. Misalnya, pembiayaan korporasi.

Berita Terkait : Pemerintah Waspadai Anggaran Penanganan Covid-19 Dan PEN

Yusuf mengatakan, selama tren kasus Covid-19 meningkat dan bertambah, maka proses pemulihan ekonomi akan berjalan lambat. “Ini yang saya kira mendasari pemerintah membatasi aktivitas di libur akhir tahun,” imbuhnya.

Kendati begitu, menurut Yusuf, kesehatan bukanlah sesuatu yang harus ditandingkan dengan ekonomi. karena, jika penanganan kesehatannya tidak jalan, maka pemulihan ekonominya juga berjalan sangat lambat.
 Selanjutnya