Dark/Light Mode

Usaha Besar Dikawinkan Sama UMKM

Bahlil: Kebijakan Ini Ngeri-Ngeri Sedap

Selasa, 19 Januari 2021 05:57 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghadiri penandatanganan kerja sama antara penanam modal dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) di Jakarta, kemarin. Kerja sama tersebut melibatkan 59 pengusaha besar dengan 196 UMKM yang mencapai angka Rp 1,5 triliun. (Foto : Instagram Bahlil Lahada­lia).
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghadiri penandatanganan kerja sama antara penanam modal dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) di Jakarta, kemarin. Kerja sama tersebut melibatkan 59 pengusaha besar dengan 196 UMKM yang mencapai angka Rp 1,5 triliun. (Foto : Instagram Bahlil Lahada­lia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi kerja sama antara 56 perusahaan besar asing dan dalam negeri serta 196 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan nilai investasi Rp 1,5 triliun. “Perkawinan” perusahaan besar dan UMKM ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala BKPM Bahlil Lahada­lia mengatakan, nilai investasi tersebut masih pada tahap awal.

Berita Terkait : Jokowi: Kemitraan Usaha Besar-UMKM Kerek Pertumbuhan Ekonomi

“Ke depan, setiap bulan kami akan lakukan,” kata Bahlil da­lam laporannya kepada Presiden Jokowi, pada acara Penanda­tanganan Kerja Sama Dalam Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara virtual, kemarin.

Bahlil mengatakan, mengawinkan usaha besar dan UMKM bukanlah perkara mudah. Dia pun meminta pengertian para pengusaha besar, untuk bisa me­libatkan UMKM dan pengusaha daerah.

Berita Terkait : Bahlil: Ada Yang Ngeri-ngeri Sedap Dengan Kebijakan Ini

“Jujur, ada yang ngeri-ngeri sedap dengan kebijakan ini. Kami akan melayani pengusahanya. Tapi, pengusaha juga harus mengerti. Harus melibatkan anak-anak daerah. Selama ini, pencak silatnya terlalu banyak juga ini pengusaha,” ujar Bahlil.

“Kalau ada yang lapor BKPM sekarang sedikit kejam dengan urusan ini, semua kita lakukan da­lam rangka pemerataan. Karena, kalau kita menunggu pengusaha sadar, itu agak susah. Saya kan mantan pengusaha,” ucapnya.

Baca Juga : Ketum Tidak Terdaftar, PSSI Prioritaskan 178 Nama Untuk Vaksinasi Corona

Program kemitraan usaha besar dengan UMKM ini meng­kolaborasikan 56 usaha be­sar. Terdiri dari 29 Penanaman Modal Asing (PMA) dan 27 Pe­nanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan 196 UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Mendapat laporan dari Bahlil, Presiden Jokowi mengingatkan agar setiap investasi yang masuk menggandeng pengusaha na­sional atau UMKM lokal.
 Selanjutnya