Dark/Light Mode

2021, Bank Mandiri Fokus Garap Potensi Asuransi Dan Dana Pensiun

Jumat, 22 Januari 2021 16:00 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat kolaborasi dengan asuransi dan dana pensiun, guna mendorong pertumbuhan bisnis industri keuangan di Tanah Air. Pasalnya, industri keuangan saat ini tengah menghadapi tantangan bisnis sama, yaitu kondisi perekonomian global yang masih terdampak pandemi.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan industri asuransi dan dana pensiun memiliki potensi yang cukup besar ke depan.

Berita Terkait : Hadirkan Platform Akuberbagi.com, Generali Akomodir Kebutuhan Asuransi Sambil Donasi

Data OJK menyebutkan, pada 2020 memang terjadi penurunan bisnis, terutama pendapatan premi yaitu sebesar 7,34 persen.

Meski begitu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan asuransi. Seperti asuransi kesehatan di tengah masa pandemi. "Selain itu, masyarakat kelas menengah juga naik dan digitalisasi layanan yang diharapkan mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia,” jelasnya dalam keterangan, Jumat (22/1).

Berita Terkait : Gandeng Grab, Bank Mandiri Sediakan Akses Keuangan UMKM

Saat ini, lanjut Panji, Bank Mandiri telah memberikan fasilitas layanan perbankan kepada 185 perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun/DPLK.

Salah satu upaya Bank Mandiri dalam memperkuat kolaborasi, adalah dengan menggelar paparan outlook ekonomi dan update pasar keuangan di 2021 yang dilakukan secara virtual bertajuk Mengantisipasi yang Serba Tidak Pasti.

Berita Terkait : Bank Mandiri Salurkan Bantuan Program ATENSI Rp 340,8 M Untuk 142 Ribu Peserta

Pada paparan virtual tersebut dikatakan, pemulihan ekonomi nasional secara sektoral sudah menunjukan peningkatan sejak kuartal III-2020, terutama sektor jasa-jasa seperti transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran, manufaktur dan konstruksi.
 Selanjutnya