Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Angkat Empat Direktur Baru
BRI Fokus Kerek Derajat UMKM Di Saat Pandemi
Sabtu, 23 Januari 2021 05:39 WIB
Sebelumnya
Berdasarkan keputusan RUPSLB, pemegang saham memberhentikan Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Keuangan, Priyastomo sebagai Direktur Bisnis dan Ritel, dan Herdy Rosadi sebagai Direktur Human Capital BRI. Sementara Wisto Prihadi, yang sebelumnya diangkat sebagai Direktur Kepatuhan, ikut diberhentikan karena tidak lulus fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keempat direksi yang diberhentikan kemudian digantikan oleh Amam Sukriyanto sebagai Direktur Bisnis Kecil dan Menengah, Viviana Dyah Ayu Retno menjadi sebagai Direktur Keuangan, Arga Mahanana Nugraha sebagai Direktur Jaringan dan Layanan dan Agus Winardono sebagai Direktur Human Capital.
Laba Turun
Baca juga : Lagi, Kejagung Periksa 2 Direktur BPJS Ketenagakerjaan
Sunarso menyampaikan, BRI meraih laba Rp 14,15 triliun pada Triwulan III-2020. Laba ini turun 42,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 24,78 triliun. Selain itu, Perseroan berhasil menjaga permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) di angka 20,9 persen. Dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 18 persen. Atau sebanyak Rp 1.131,93 triliun, yang terdiri dari dana murah sebesar 59 persen. Sehingga perseroan memiliki likuiditas yang memadai atau (Loan to Depocit Ratio/LDR) sebesar 82,6 persen.
“Di tengah isu pelambatan kredit, bahkan kredit di 2020 yang diprediksi masih minus 2 persen, BRI mampu menjaga kualitas aset Non Performing Loan (NPL) gross di level 3,1 persen dengan coverage 203,5 persen,” jelasnya.
Peneliti Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai, perubahan struktur direksi oleh BRI merupakan hal wajar dalam meningkatkan fokus BRI di tahun ini.
Baca juga : Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan
“Sebagai core business-nya pada sektor UMKM, apa yang dilakukan BRI memang sudah menjadi tugas dan wewenangnya. Di masa pandemi saat ini, segala upaya untuk memulihkan ekonomi memang perlu dilakukan,” ujar Aviliani kepada Rakyat Merdeka.
Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) ini menilai, sejauh ini, strategi yang dilakukan bank-bank pelat merah, termasuk BRI sudah sangat tepat.
Sebagai agen pembangunan, lanjutnya, bank pelat merah dapat fokus pada keberlangsungan bisnis, tanpa perlu repot menimbang keuntungan dari pemilik saham. “Iya justru ini sisi bagus dari bank pelat merah. Mereka bisa pupuk pencadangan dengan cepat. Ini yang harus diikuti bank-bank lainnya,” tegas Avi, sapaan akrabnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya