Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Genjot Ekspor Hortikultura, Pisang Cavendish Ditanam Perdana Di Ponorogo
Sabtu, 3 April 2021 18:27 WIB
Sebelumnya
Namun, pengembangan hortikultura di Indonesia, masih menghadapi masalah dan tantangan seperti lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan petani, terbatasnya modal, kurangnya pendampingan dan inovasi teknologi, serta rendahnya daya saing dan kurangnya akses pasar.
Oleh karena itu, kerja sama kemitraan dengan petani perlu didorong. Agar petani dapat terbantu dalam merancang pola produksi hingga pemasaran. Sehingga, petani menjadi mandiri dan tangguh.
Sebagai program prioritas, Kemenko Perekonomian akan mengkoordinasikan melalui integrasi kebijakan, yaitu penyediaan lahan melalui optimalisasi kebijakan pemanfaatan lahan perhutanan sosial, peningkatan produksi, mutu dan daya saing produk, serta peningkatan akses pembiayaan petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca juga : Luhut Janjikan Visa 5 Tahun Diterapkan Bulan Depan
Selain itu, peningkatan akses pasar melalui e-commerce, dukungan logistik, pembangunan sarana prasarana/infrastruktur transportasi, serta dukungan kebijakan tarif dan perdagangan internasional juga menjadi prioritas yang dilakukan Kemenko Perekonomian.
Model kemitraan dengan PT Great Giant Pinneapple (GGP), merupakan salah satu contoh terobosan strategi untuk membangkitkan animo petani pisang untuk terjun ke dalam agribisnis berorientasi ekspor.
Namun demikian, pola kemitraan ditekankan pada pendekatan creating shared value (CSV). Yaitu keterpaduan peran dari semua pihak yang terlibat, untuk memberikan nilai tambah.
Baca juga : Genjot Vaksinasi Lansia, Ini Strategi Yang Diterapkan Pemkab Tangerang
Hingga saat ini, pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor telah dilakukan di 5 lokasi, yaitu Kabupaten Tanggamus-Lampung, Kabupaten Jembrana-Bali, Kabupaten Bener Meriah-Aceh.
Sementara di Provinsi Jawa Timur, ada di Blitar dan Bondowoso. Hari ini, di Kabupaten Ponorogo dikembangkan kawasan yang serupa di lahan seluas 2 hektare.
Penanaman perdana pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang baik antara semua pihak. Yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura.
Baca juga : Pebisnis Girang Wisata Bali Segera Dibuka Lagi
Serta Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Kabupaten Blitar, BNI, BRI dan Bank Mandiri, Jamkrindo, Askrindo, serta PT GGP.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya