Dark/Light Mode

Ramalan IMF Bikin Rupiah Nyungsep Lagi

Kamis, 8 April 2021 09:47 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menguat kemarin, pagi ini nilai tukar rupiah rontok lagi. Rupiah melemah 0,19 persen ke level Rp 14.552 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.495.

Mayoritas mata uang di Asia juga tak jauh berbeda, melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia minus 0,23 persen, dan bath Thailand minus 0,19 persen, dolar Taiwan melemah 0,05 persen, dan won Korea Selatan turun 0,22 persen.

Berita Terkait : Yield Obligasi AS Rontok, Rupiah Kembali Perkasa

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya menguat 0,01 persen ke level 92,343. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,15 persen ke level Rp 17.212, terhadap poundsterling Inggris turun 0,23 persen ke level Rp 19.936 dan terhadap dolar Australia minus 0,14 persen ke level Rp 11.037.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra melihat,  penurunan rupiah dan sejumlah mata uang Asia didorong oleh yield obligasi AS tenor 10 tahun rebound ke area 1,67 persen setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh kisaran 1,63 persen.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Joss

"Rebound-nya yield Treasury AS ini mendorong pelemahan rupiah terhadap dolae AS hari ini," jelasnya dalam riset, Kamis (8/4).

Sentimen juga didorong oleh penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 oleh IMF dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen juga bisa menjadi isu yang menekan rupiah hari ini. Meski demikian, di sisi lain, pasar masih optimistis terhadap pemulihan ekonomi global. Terlihat beberapa bursa saham global masih menguat.

Berita Terkait : Jelang Long Weekend, Rupiah Nyungsep Ke Rp 14.500

"Ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam hari ini. Potensi pergerakan rupiah di angka Rp 14.480-Rp 14.530 per dolar AS sepanjang hari ini,” imbuhnya. [DWI]