Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Selama tiga tahun terakhir, TSE Group telah menyerap lebih dari 2.400 tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP). Mereka tersebar di PT Tunas Sawa Erma (TSE), PT Dongin Prabhawa (DP) hingga PT Berkat Cipta Abadi (BCA). Seluruhnya bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Merauke dan Boven Digoel, Papua.
Direktur Human Resource dan General Affair (HR-GA) TSE Group Ronny Makal mengatakan, jumlah ini lebih banyak dibandingkan ketika pertama kali TSE Group beroperasi di Papua pada 1997. “Sebab, kebanyakan warga Papua belum terbiasa di kebun, terutama sawit,” ungkap Ronny, Rabu (21/4).
Baca juga : PT Tunas Sawa Erma Serap Tenaga Kerja Orang Asli Papua
Seiring berjalannya waktu, ketertarikan masyarakat terhadap kebun sawit mulai meningkat. “Mereka melihat ada putra daerah yang berkembang di kebun ini, sehingga mulai tertarik,” tutur Ronny.
Perusahaan mulai lebih aktif dalam proses rekruitmen OAP. Sosialisasi lapangan kerja hingga ‘jemput bola’ ke banyak distrik dan kampung. Kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama kepala distrik, juga rutin dilakukan.
Baca juga : PLTGU Terbesar Di Asia Tenggara Beroperasi Akhir Tahun Ini
Melalui berbagai upaya ini, perusahaan berharap dapat memaksimalkan penyerapan tenaga kerja OAP, sehingga jumlah pengangguran bisa terus berkurang. Hasil akhirnya, tingkat kesejahteraan masyarakat bisa membaik.
Sampai saat ini, lanjut Ronny, putra-putri asli Papua sudah menduduki berbagai posisi strategis di TSE Group. Mulai dari kepala seksi, asisten manajer hingga manajer di lapangan maupun perkantoran.
Baca juga : Terbang Ke AS, Mendag Perkuat Kerja Sama Perdagangan
Ronny mengakui, banyak tantangan yang dihadapi dalam menyerap tenaga kerja. Di antaranya, para pekerja OAP yang sudah menempuh pendidikan tinggi lebih memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketika sudah bekerja di TSE Group selama satu sampai dua tahun. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya