Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ke AS, Erick Jajaki Kerja Sama Di Bidang Energi, Kesehatan, Dan Investasi

Selasa, 11 Mei 2021 11:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir, saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan pada proyek strategis nasional gasifikasi batubara, Selasa (11/5). (Foto: Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir, saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan pada proyek strategis nasional gasifikasi batubara, Selasa (11/5). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kini tengah melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat, untuk menjajaki kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi.

“Kami dari Kementerian BUMN sebagai bagian dari program BUMN Go Global, terus menjalin dan mempererat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, melalui kerja sama strategis dengan BUMN-BUMN Indonesia. Perjalanan kerja kali ini difokuskan pada tiga bidang, yaitu energi, investasi, dan kesehatan,” ujar Erick.

Di bidang energi, pada hari ini - Selasa (11/5) -, Menteri Erick Thohir menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, Air Products & Chemical Inc. (Air Products) pada proyek strategis nasional gasifikasi batubara.

Berita Terkait : Terima Kunjungan Dubes Austria, KPK Jajaki Kerja Sama Pemberantasan Korupsi

Selain itu, juga menjajaki kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Kerja sama ini ditujukan untuk menekan emisi karbon, dan merupakan  bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

“Kerja sama dengan Air Products dan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi,  untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Serta transformasi ke green economy serta energi baru dan terbarukan. Kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga Rp 9,7 triliun per tahun, dan menyerap 10 ribu tenaga kerja. Sedangkan dengan ExxonMobil, ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas di sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya,” jelas Erick.

Di bidang kesehatan, Erick fokus pada menjajaki kerja sama antara Holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat, untuk membangun serta memperkuat sistem kesehatan di Indonesia.

Berita Terkait : Super Air Jet Resmi Terbang Di Langit Indonesia

Antara lain dengan pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, serta pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic.

“Kami ingin membangun dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, juga berinvestasi di Sanur, Bali, yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata Kesehatan,” lanjut Erick.

Di bidang investasi, Erick melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.

Berita Terkait : Ini Lho Beda Kewenangan BKPM Dengan Kementerian Investasi

“Kami fokus pada investasi strategis di program infrastruktur. Hal ini disambut baik oleh para calon investor yang kami temui. Pandemi ini membangunkan Indonesia dari tidurnya. Kita punya modal utama berupa pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah. Tapi, itu saja tidak cukup. Kita perlu membangun iklim investasi yang kondusif untuk mendorong dan membangkitkan perekonomian,” pungkas Erick yang juga Dewan Pengawas INA.

Dalam kunjungan kerja ini, Menteri BUMN didampingi petinggi beberapa Perusahaan BUMN. [HES]