Dark/Light Mode

Guyur Kopdit Obor Mas Rp 150 Miliar

Bos LPDB Ajak UMKM Jadi Anggota Koperasi

Jumat, 11 Juni 2021 05:58 WIB
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Di antaranya, Theresia Jaiman dengan jenis usaha tenun ikat Manggarai meraih plafon pinja­man sebesar Rp 10 juta. Gedifri­dus Sisparjo, jenis usaha tenun ikat Manggarai, tas dan dompet, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 5 juta. Dan Martina Enim Rotok, jenis usaha pot bunga motif tenun Manggarai, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 100 juta.

“Dana yang diberikan ke Kopdit Obor Mas ini sangat bermanfaat. Terutama ke sektor penunjang pariwisata. Intinya, pembiayaannya ke sektor yang produktif bukan konsumtif,” tegas Supomo.

Supomo berharap, Kopdit Obor Mas menjadi contoh bagi UMKM lainnya, bagaimana mereka bisa bangkit dan tumbuh karena ber­gabung bersama koperasi.

Berita Terkait : Investor Bakal Pikir Ulang Investasi Di RI

Jika bergabung dengan koperasi, imbuhnya, akses pem­biayaan jadi murah dan mudah. Berbeda halnya jika UMKM berdiri sendiri.

Namun, untuk mendapatkan pembiayaan dari LPDB, koperasi harus memiliki kinerja bagus dan transparan. Supaya memu­dahkan LPDB juga melakukan evaluasi dan monitoring.

Di kesempatan sama, General Manager Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto Moat Lering mengaku sangat terbantu pembiayaan dari LPDB. Teru­tama di saat pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Wimboh Ajak Ekonom & Akademisi DIY Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

“Jujur saja ketika Maret-Agustus 2020, UMKM binaan kami banyak yang terdampak pandemi. Apalagi sektor pari­wisata. Beruntung ada dana bergulir LPDB. Itu kami rasakan betul manfaatnya,” yakin pria yang akrab disapa Yanto ini.

Yanto merinci, pinjaman LPDB yang disalurkan kembali ke UMKM nominalnya bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 250 juta dengan bunga hanya 3 persen.

Koperasi yang memiliki ang­gota 112 ribu dengan aset Rp 1,38 triliun ini menyalurkan 40 persen pembiayaan ke sektor pertanian. Mulai dari cengkeh, hortikultura, kakao hingga budidaya tanaman jambu mete untuk ekspor.

Berita Terkait : Ekonomi Syariah Diminta Jadi Solusi Utama Pengentasan Kemiskinan

“Sekitar 17 persen kami bergerak di peternakan unggas, juga kambing. Sisanya, kam masih berikan ke perdagangan, tapi jumlahnya kecil,” tuturnya.

Ke depan, Yanto berharap, akan lebih banyak lagi mem­bantu UMKM binaannya lewat kemudahan pembiayaan LPDB. Dia juga mengajak dan memoti­vasi para UMKM untuk bergabung dengan koperasi, guna memudahkan dari sisi akses pembiayaan hingga pelatihan.

“Tahun ini kami optimistis, jumlah anggota akan bertambah hingga 130 ribu orang,” pungkas Yanto. [DWI]