Dark/Light Mode

Guyur Kopdit Obor Mas Rp 150 Miliar

Bos LPDB Ajak UMKM Jadi Anggota Koperasi

Jumat, 11 Juni 2021 05:58 WIB
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)
LPDB-KUMKM saat menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berupaya menggeliatkan kembali usaha wong cilik di Indonesia Timur. Terutama yang terdampak pandemi Covid-19.

YA, LPDB berkomitmen mem­perluas penyaluran dana bergulir di kawasan Timur Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa dana ber­gulir tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

“LPDB sebagai wakil dari pemerintah harus hadir. Apalagidi pandemi, ternyata kehadiran kami disambut baik masyara­kat,” tutur Direktur Utama LP­DB-KUMKM Supomo kepada Rakyat Merdeka di sela-sela acara Penyerahan Pinjaman LP­DB-KUMKM melalui Kopdit Obor Mas kepada Anggota Bi­naan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6).

Berita Terkait : Investor Bakal Pikir Ulang Investasi Di RI

Sebagai informasi, tahun ini Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM itu menargetkan menyalurkan pembiayaan hingga Rp 2 triliun, dengan bunga 3 persen.

Pasalnya, tahun lalu LPDB sukses menyalurkan pembiayaan senilai Rp 2,06 triliun. Semen­tara hingga 3 Juni 2021, LPDB telah menyalurkan dana bergulir Rp 835,1 miliar.

“Insya Allah tahun ini di angka Rp 2 triliun, meski tak ada sunti­kan dana (PEN/Pemulihan Ekonomi Nasional) dari pemerintah lagi. Itu masih kami usahakan dana internal LPDB senilai Rp 2 triliun,” beber Supomo.

Berita Terkait : Wimboh Ajak Ekonom & Akademisi DIY Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Supomo menjelaskan, dengandisalurkannya pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, NTT, maka LPDB telah melaksanakan komitmennya untuk menjangkau kawasan timur Indonesia.

Dia lalu merinci, tahun lalu LPDB turut menjalankan Pro­gram PEN. Kala itu ada tamba­han dana PEN Rp 1,29 triliun.

“Itu salah satunya yang kini disalurkan ke Kopdit Obor Mas sebesar Rp 150 miliar. Dan se­cara simbolis diberikan ke ang­gota Obor Mas dari dana PEN tersebut,” jelas Supomo.

Berita Terkait : Ekonomi Syariah Diminta Jadi Solusi Utama Pengentasan Kemiskinan

Tahun ini, LPDB tetap diper­caya menyalurkan dana PEN atas arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Supomo bersyukur, dana yang diberikan tersebut berdampak positif terhadap anggota koperasi, bukan hanya ke lembaga koperasinya saja. Alhasil, usaha anggotanya dan volume aktivitasnya pun bertambah.

Untuk NTT saja, sepanjang 2008-2021, LPDB-KUMKM telah melakukan pencairan dana bergulir hingga Rp 585,2 miliar, kepada 28 mitra koperasi dan 955 UMKM. Kali ini, penyalurandana bergulir diberikan melalui Kopdit Obor Mas kepada tiga mitra UMKM binaannya.
 Selanjutnya