Dark/Light Mode

Pensiun Dari Militer Dan Satgas Covid-19

Erick Pinang Doni Monardo Jadi Komisaris Inalum

Jumat, 11 Juni 2021 19:32 WIB
Pensiun Dari Militer Dan Satgas Covid-19 Erick Pinang Doni Monardo Jadi Komisaris Inalum

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) mengangkat Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan perseroan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Inalum adalah holding BUMN industri pertambangan dengan anggota PT Freeport Indonesia, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan saham minoritas di PT Vale Indonesia Tbk.

"Inalum mengelola aset vital negara di bidang pertambangan yang memiliki rencana besar di bidang kinerja dan aksi korporasi, dengan mementingkan keharmonisan dengan lintas stakeholder, serta pemberdayaan dan perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan," ujar Erick melalui siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (11/6).

Berita Terkait : Selamatkan Garuda, Erick Bakal Pangkas Jumlah Komisaris

Ia menilai, dilihat dari sepak terjang mantan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 ini, mulai Aceh hingga Papua, dari pemulihan daerah aliran sungai Citarum, penghijauan di Sulawesi Selatan hingga terakhir dalam memitigasi pandemi, Doni dinilai mampu mengedepankan dialog dan kolaborasi lintas stakeholder untuk mengatasi masalah, dan mencapai kemajuan.

“Peran Pak Doni sangat penting. Terlebih, pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi beliau tidak diragukan lagi," ujar Erick.

Ia menuturkan, kepedulian dan kiprahnya di bidang pemulihan lingkungan hidup menjadikannya figur yang dibutuhkan. Terutama untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemberdayaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Inalum serta anak-anak perusahaannya.

Berita Terkait : Tok! Erick Tunjuk Bambang Brodjonegoro Jadi Komut Telkom

Selain itu, Maret lalu Doni yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ini dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh IPB (Institut Pertanian Bogor) atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan.

Untuk diketahui, Doni Monardo adalah salah satu sosok mantan pejabat tinggi negara yang diangkat sebagai Komisaris Utama BUMN dalam beberapa pekan belakangan ini, setelah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, diangkat sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada Jumat (28/5).

Erick menilai, keberagaman sosok pemimpin dari berbagai latar belakang keahlian, dan pengalaman dibutuhkan BUMN untuk bisa bertransformasi menjadi perusahaan profesional berkelas dunia.

Berita Terkait : Erick Thohir Berhentikan 3 Komisaris

“Semua komisaris, direksi dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apa pun latar belakangnya, akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung, pelatihan lanjutan selama menjabat, dan juga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BUMN Learning and Management Institute (BLMI)," ungkapnya.

Tujuannya, kata Erick, agar ada pemahaman dan irama yang sama antara Direksi, Komisaris dan manajemen; serta terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN yang ia pimpin.

“Pemimpin di BUMN harus selalu belajar, tumbuh, dan berkontribusi untuk Indonesia. Dan siap dicopot jika tidak memenuhi KPI (Key Performance Indeks), dan tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG (good corporate governance),” pungkas mantan bos Inter Milan itu. [IMA]