Dark/Light Mode

Industri Penerbangan Yang Mengenaskan

Kamis, 22 Juli 2021 11:09 WIB
Gerry Hukubun. (Foto: Ist)
Gerry Hukubun. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain pariwisata dan perhotelan, industri penerbangan paling kena dampak pandemi Covid-19. Seperti tinju di atas ring, industri penerbangan sempoyongan dipukul Covid-19. Bahkan, nyaris KO, jika tak segera disembuhkan luka-lukanya.

Salah satu penyebab mendasarnya, karena industri penerbangan ini bersifat mengumpulkan manusia, sementara penanganan Covid-19 harus memisahkan manusia.

Ditambah dengan kebijakan pemerintah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimana diwajibkan agar syarat terbang adalah menggunakan surat vaksin dan hasil tes PCR, membuat industri penerbangan semakin terpuruk dan mengenaskan.

Berita Terkait : Asyik, Ada 8,8 Juta Pekerja Yang Bakal Dapat Subsidi Gaji

Tujuan pemerintah ini, memang baik adanya, agar mengurangi orang bepergian, agar penyebaran Covid-19 bisa dijinakkan, Namun, perlu ditinjau kembali, khusus untuk syarat hasil tes PCR, karena, di saat yang bersamaan, transportasi darat dan laut tetap memakai hasil tes antigen yang notabene jauh lebih murah.

Memang betul, kajian pemerintah tentang penumpang transportasi udara yang notabene berada dalam kualitas standar ekonomi menengah ke atas, namun pemerintah perlu melihat dari sisi industri penerbangannya pula.

Berapa banyak karyawan yang akhirnya diberhentikan, berapa banyak pesawat yang akhirnya dikembalikan ke pabrik dan bahkan yang sangat dikuatirkan adalah, jika kerugian terus-menerus dialami industri penerbingan, maka bisa  berdampak kepada maintanance atau perawatan.

Berita Terkait : Mobilitas Masyarakat Turun, PPKM Darurat Manjur Juga

Pemerintah, juga harus melihat sisi dampak ekonomi dari industri penerbangan. Dalam kondisi saat ini, semua elemen lapisan masyarakat dan industri terpuruk sehingga kajian-kajian pemerintah pun harus meliputi semua bagian dan lapisan termasuk industri penerbangan. Kita sepakat Covid-19 dan segala macam akibat kesehatannya, harus dituntaskan, tapi nyawa industri, semisal, industri penerbangan, harus dijaga jangan sampai "lumpuh di atas ring".

Gerry Hukubun

Penulis adalah Pengamat Ekonomi dan Politik Luar Negeri Rumah Politik Indonesia