Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Unilever Asia Dan PT Garam, Petrokimia Gresik Jamin Ekosistem Bisnis Pabrik Soda Ash
Jumat, 3 September 2021 11:04 WIB
Sebelumnya
Pembangunan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat industri kimia nasional melalui strategi related diversified industry.
Yakni, dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk samping menjadi produk baru yang memiliki added value untuk mendukung industri lain.
Pabrik ini me-utilisasi produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO2 yang diolah menjadi Soda Ash.
Baca juga : Beralih Gunakan Listrik PLN, Petrokimia Gresik Tekan Biaya Hingga 12 Persen
Dengan demikian, Soda Ash yang diproduksi Petrokimia Gresik lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan baku CO2 yang berasal dari proses reaksi kimia dalam pembuatan pupuk urea.
"Bukan berasal dari pembakaran (combustion) bahan bakar fosil. Ini sejalan dengan prinsip Greenhouse Gas Emission (GGE),” beber Dwi Satriyo.
Sedangkan, produk samping Pabrik Soda Ash berupa Ammonium Klorida (NH4CL), dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga dapat mengurangi kebutuhan ZA impor untuk bahan baku NPK.
Baca juga : Barata Indonesia Bakal Bangun Pabrik Biomassa
"Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat industri kimia sebagai penggerak ekonomi nasional," tandasnya.
Sementara itu, bagi Unilever Asia, pendirian pabrik ini menjadi hal penting bagi struktur industri di Indonesia karena ini akan memanfaatkan sumber daya lokal untuk Soda Ash.
Direktur Utama PT Garam (Persero), Achmad Ardianto menyampaikan, perjanjian ini merupakan langkah besar bagi PT Garam untuk mewujudkan rencana jangka panjang dalam berkontribusi menyediakan garam industri yang berkualitas.
Baca juga : Gandeng Ikatan Alumni ITB, Pertamina Rosneft Berikan Donasi Peduli Covid
"Selain itu membangkitkan kepercayaan bagi Unilever untuk mendapatkan produk berkualitas yang disuplai oleh bahan baku dalam negeri yang juga berkualitas," ujar Achmad.
Penandatanganan MoU hari ini juga mendukung roadmap Pemerintah Indonesia dalam mencapai target substitusi impor sebesar 35 persen tahun 2022, untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap barang modal dan bahan baku. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya