Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng Microsoft, Pemerintah Kebut Tranformasi Digital

Rabu, 15 Juni 2022 17:53 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin bersama Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin bersama Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir. (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggandeng PT Microsoft Indonesia untuk mewujudkan percepatan pemulihan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui akselerasi transformasi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ekonomi digital adalah kekuatan ekonomi baru dan Indonesia harus mampu mengembangkan Artificial Intelligence (AI).

“Platform AI merupakan ‘emas baru’ yang diharapkan mampu menyinergikan berbagai situasi dan berbagai stakeholder di dalam kerja sama kolaboratif antara Pemerintah, pelaku usaha, dan para stakeholder lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, transformasi digital merupakan salah satu aspek yang penting untuk diwujudkan menuju Indonesia Maju 2045 dan hal ini juga telah menjadi salah satu isu prioritas dalam perhelatan Presidensi G20 Indonesia. Terkait dengan talenta digital, Indonesia diperkirakan membutuhkan 9 juta talenta hingga tahun 2030 atau sekitar 600 ribu orang per tahun.

Berita Terkait : Pasca Pandemi Covid, Pemerintah Terus Dorong Pemulihan Layanan Pendidikan

Kemenko Perekonomian juga telah memberikan dukungan untuk percepatan transformasi digital dan penguatan ekosistem teknologi melalui berbagai kebijakan dan upaya lainnya. Salah satu langkah yang diambil oleh Kemenko Perekonomian yakni dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Microsoft Indonesia tentang Sinergi Penguatan Ekosistem dan Transformasi Ekonomi Digital.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin bersama Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir, di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (15/6).

Nota Kesepahaman tersebut mencakup ruang lingkup koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta pelaksanaan program kerja sama, terutama di bidang inovasi teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), literasi digital, tata kelola data yang baik, akselerasi industri 4.0, serta program inkubasi ekonomi digital.

Implementasi MoU ini akan dilakukan melalui pembentukan Digital Leadership Working Group guna mendorong penyelarasan kebijakan percepatan transformasi digital dan memberi rekomendasi solusi digital pada sektor prioritas, pertukaran data dan informasi, serta penyelenggaraan workshop atau lokakarya.

Berita Terkait : Kemiskinan Ekstrem Seperti Kerak Nasi, Susah Dikerok...

Selain itu, juga dilakukan penyusunan konsep Pusat Kecerdasan Buatan Nasional (National AI Center) yang diselaraskan dengan inisiatif Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), kegiatan penerapan teknologi tepat guna yang dimiliki Microsoft dan berbagai mitra kerjanya, serta pembuatan rencana pengembangan keterampilan digital yang melibatkan kementerian/lembaga (K/L) terkait.

“Untuk mendorong pengembangan keterampilan digital akan dilakukan sejumlah kegiatan, seperti Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan secara bertahap dan menargetkan sebanyak 500 individu, serta melakukan pelatihan peningkatan keterampilan digital untuk para pegawai K/L dan masyarakat umum, dengan target peserta 1 juta orang dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan, pihaknya merasa terhormat dapat memperkuat kemitraan dengan Kemenko Perekonomian dalam mempercepat pencapaian Indonesia Digital. Melalui area-area kerja sama tersebut diharapkan pemberdayaan ekonomi digital Indonesia dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan inklusif.

Sebagai informasi, penandatanganan MoU ini merupakan kelanjutan dari pembentukan Kelompok Kerja Aliansi Digital antara Kemenko Perekonomian, Unika Atma Jaya, dan Microsoft di awal 2022. Kelompok kerja ini telah sukses melahirkan rekomendasi tepat guna bagi percepatan transformasi digital Indonesia yang inklusif.

Berita Terkait : Menkominfo: Pemerintah Sediakan Program Stimulan Siapkan Talenta Digital

“Semoga melalui penandatangan MoU ini, kolaborasi antara Pemerintah dengan Microsoft dapat diperkuat dan ditingkatkan. Bersama-sama kita wujudkan ekosistem ekonomi digital yang mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terkoneksi dan berkelanjutan,” pungkas Rudy.