Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Diceritakannya, sejumlah poin aspirasi disampaikan. Misalnya, usulan agar pengadilan HAM hadir di Papua. Sebab, pengadilan HAM terdekat di sini itu ada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pertemuan berlangsung sangat cair. Apalagi, view laut dari Kantor Gubernur membuat acara berlangsung dengan nyaman.
Kelakarnya, masyarakat Papua katanya bisa minta apa saja. Asalkan, sesuai di dalam aturan main dan bingkai NKRI.
Baca juga : Wapres Mulai Ngantor Di Papua, Rapat Pertama Bahas DOB
“Boleh minta apa sana, asal jangan minta yang tidak bisa diberikan,” kelakarnya.
Perwakilan Evangelical Christian Chruch (ECC) Papua Fransina Yoteni mengatakan, Papua sangat terbuka terhadap pendatang.
Masyarakat Papua ingin daerah ini bisa maju, berbasiskan kerja sama yang adil antara pengusaha asli Papua dengan asing.
Baca juga : Hari Pertama Wapres Ngantor Di Papua Terima Audiensi Pegiat HAM
Menurutnya, sudah banyak yang diberikan Papua untuk dunia. Antara lain, hutan tropis sebagai salah satu paru-paru dunia.
“Yang saya rasakan, kami harus mencari akar masalah sehingga bisa dirumuskan rencana induk percepatan papua yang kurang bisa ditambah,” jelas Fransina.
Diketahui, selain melakukan audiensi dengan ormas dan pegiat HAM, pada hari pertama ngantor di Bumi Cenderawasih, Ma’ruf juga melakukan penandatanganan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sentra Sarana dan Prasarana Pemprov Papua Tengah dan Pemprov Papua Barat Daya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 11/10/2023 dengan judul Ngantor Di Papua, Wapres Bangun Perdamaian
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya