Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Dukung Program Prabowo, Gercep Garap Quick Wins

Jumat, 8 November 2024 08:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Sekitar 20-30 persen subsidi BBM dan listrik dengan angka kurang lebih Rp 100 triliun, disebut kurang tepat sasaran. Bagaimana respons pemerin­tah terkait hal tersebut?

Menurut hasil kajian peme­rintah, subsidi energi dan listrik mencapai sekitar 80 persen. Untuk BBM, subsidinya bahkan dinikmati hingga desil 10 (ke­lompok 10 persen keluarga yang memiliki kesejahteraan paling tinggi). Sedangkan subsidi lis­trik, diberikan hingga batas daya 5.500 VA. Menjangkau desil 8 (kelompok masyarakat dengan pengeluaran per kapita di atas Rp 1,1 juta per bulan).

Karena itu, pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Saat ini, kami sedang melakukan kajian menyeluruh terkait kebijakan tersebut. Termasuk, dampaknya terhadap inflasi dan kondisi ekonomi se­cara keseluruhan.

Laporan BPS pada September 2024 menyebutkan, kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam kurun waktu lima tahun. Dari 57,33 juta orang pada 2019 men­jadi 47,85 juta orang pada 2024. Apa yang dilakukan pemerintah untuk membangkitkan ekonomi kelas menengah?

Baca juga : Pilpres Amerika Cepat Rukunnya

Dalam upaya menopang kelas menengah, pemerintah sudah memberikan insentif berupa pem­bebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor perumahan dan otomotif atau PPN Ditang­gung Pemerintah (PPN DTP).

Insentif ini kami berikan, karena berdasarkan hasil survei, penge­luaran tertinggi kelas menengah yang berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 9 juta adalah untuk perumahan dan mobilitas.

Indonesia kini sudah mendaf­tar untuk bergabung dengan BRICS, forum ekonomi inter­nasional yang diinisiasi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Apa kabarnya dengan keanggotaan di OECD (Orga­nisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan)?

Sesuai arahan presiden, Indo­nesia adalah negara non-blok. Seribu teman kurang, satu mu­suh terlalu banyak. Ini diimple­mentasikan dengan masuk ke dalam blok-blok perdagangan, supaya kita bisa membuka ak­ses produk-produk Indonesia di luar negeri. Seluruh prosesnya, diharapkan bisa dipercepat.

Baca juga : BG Minta Kepala Daerah Perkuat Stabilitas Polkam

Termasuk, Persetujuan Kemi­traan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agree­ment/IEU-CEPA). Untuk IEU-CEPA, Presiden menetapkan, pada first quarter tahun 2025 sudah selesai dan bisa ditanda­tangani. Begitu juga dengan Perundingan Perdagangan In­donesia – Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Kalau bisa, first quarter tahun depan juga bisa selesai.

Untuk BRICS, proses ber­gabungnya masih panjang. Tapi untuk Eurasia, sudah negosiasi dan hampir final. Ini kan sebetul­nya embrio. Dengan China, kita sudah punya CEPA. Rusia nanti dengan Eurasia, dan OECD masih berproses.

Dengan Amerika, kita juga sudah ikut kerja sama ekonomi di bawah kerangka Indo-Pacific Economic Framework for Pros­perity (IPEF). Selain itu, kita juga sudah memulai proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement to Trans Pacific Part­nership (CPTPP).

Terkait situasi global saat ini, bagaimana dampak eskalasi di Timur Tengah terhadap eko­nomi nasional?

Baca juga : Hapus Piutang UMKM, Prabowo Pro Wong Cilik

Untuk dampak eskalasi, kita perlu melihat perkembangan situasi lebih lanjut. Namun, yang jelas, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan ke China pada minggu ini, yang akan dilanjutkan ke Amerika Serikat (AS) sebelum menghadiri perte­muan APEC di Peru dan G20 di Brazil. Kunjungan ini menjadi simbol penting dari peran In­donesia yang strategis. Sebagai middle power yang berpengaruh, Indonesia memainkan peran yang signifikan dalam menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pa­sifik, terutama dalam hubungan­nya dengan dua kekuatan besar, yaitu China dan AS.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 8 November 2024 dengan judul Eksklusif Dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Dukung Program Prabowo, Gercep Garap Quick Wins

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.