Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Banyak Yang Mati Suri
Bumdes Mau Dibangkitkan Dari Kubur
Rabu, 11 Desember 2019 22:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk mendongkrak perekonomian desa, pemerintah memutuskan akan merevitalisasi ribuan badan usaha milik desa (bumdes) yang mati suri.
Hal ini diutarakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar usai mengikuti Rapat Rerbatas tentang Penyaluran Dana Desa Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12) sore. Menurut Menteri Abdul Halim, revitalisasi perlu dilakukan untuk mendongrak bumdes yang kurang produktif. Termasuk bumdes yang mati suri.
Baca juga : Saad Hariri Kembali Dijagokan Jadi PM Lebanon
“Bumdes itu kan hasil dari inisiatif desa. Jadi kita tidak bisa kemudian menutup bumdes. Kita fungsinya adalah memfasilitasi dan merevitalisasi,” kata Abdul Halim menjawab wartawan.
Sebelumnya dalam Rapat Terbatas, Presiden Jokowi menyampaikan, telah menerima laporan mengenai 2188 bumdes yang tidak beroperasi dan 1670 bumdes yang beroperasi tapi belum memberikan kontribusi pada pendapatan desa. “Jadi tolong ini menjadi catatan,” kata Presiden.
Baca juga : Prioritaskan Kantibmas, Kapolres Diingatkan Soal Komunikasi
Mengenai bentuk revitalisasi, Menteri Abdul Halim mengatakan, perlu penambahan modal, peningkatan jaringan, dan pendampingan. Adapun mengenai jumlah Bumdes yang akan direvitalisasi, menurut Abdul Halim, sebanyak mungkin. Mungkin sama dengan misalnya Kementerian Desa menargetkan 10 ribu pengentasan desa tertinggal menjadi desa maju.
“Pak Presiden mengatakan kurang. Nah itu tadi, kemudian diprofiling, kita lakukan, kita laksanakan,” jelas Abdul Halim. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya