Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Elnusa Petrofin Salurkan 10.872 Paket Sembako ke Masyarakat di Seluruh Indonesia
- Thomas Tuchel Merasa Belum Pantas Menyanyikan Lagu Kebangsaan Inggris
- Thibaut Courtois Mau Buka-bukan Soal Kasusnya Di Timnas Belgia
- Lagi Fokus Keluar Zona Degradasi, PSS Sleman Malah Dapat Kabar Buruk
- Ketua DEN : Deregulasi untuk Efisiensi Ekonomi dan Percepatan Investasi

RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meramal pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2020 sekitar 4,5-4,6 persen.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, angka pertumbuhan itu masih lebih optimis karena pada periode Januari hingga awal Maret 2020, ekonomi belum terdampak corona. “Masih kelihatan tinggi, meski sudah turun dibawah lima persen," ujar Sri Mul, Jumat (17/4).
Baca juga : Di Tengah Corona, Smart Billing BRI Tumbuh 173 Persen
Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memastikan, pertumbuhan ekonomi yang positif itu tidak akan berlanjut pada Triwulan II-2020. Hal ini dipengaruhi oleh penyebaran wabah corona.
"Q2 mulai ada pembatasan sosial dan kerja dari rumah," katanya.
Baca juga : Duh, Corona Bisa Bikin Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,4 Persen
Apabila ekonomi mulai membaik pada triwulan III-IV 2020, dia optimistis, pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun bisa berada pada kisaran 2,3 persen sesuai skenario.
"Kita lihat Q3 sudah mulai pemulihan atau masih flat, itu bisa menentukan, kalau mulai recovery, kita optimistis baseline 2,3 persen bisa terjaga," ujarnya.
Baca juga : Gubernur BI: Pemulihan Ekonomi Tertahan Corona
Sri Mul mengakui, pembuatan proyeksi ekonomi dalam kondisi yang penuh ketidakpastian seperti ini sangat sulit untuk dilakukan. Karena itu, pemerintah membutuhkan koordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK untuk memperkuat ikhtiar dalam menjaga kinerja perekonomian dari ancaman corona.
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam outlook terbaru memproyeksikan Indonesia hanya tumbuh 0,5 persen pada 2020 atau terendah sejak krisis keuangan 1997-1998. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya