Dark/Light Mode

Ada Yang Cemberut Lihat Prabowo Mesra Ke China

Jumat, 15 Mei 2020 04:30 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (baju krem) menerima Dubes China Untuk Indonesia Xiao Qian saat menerima bantuan alat kesehatan di Terminal Cargo, Bandara Soekarno Hatta, Selasa (12/5). (Foto: Kemhan RI)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (baju krem) menerima Dubes China Untuk Indonesia Xiao Qian saat menerima bantuan alat kesehatan di Terminal Cargo, Bandara Soekarno Hatta, Selasa (12/5). (Foto: Kemhan RI)

 Sebelumnya 
Ketua Umum Partai Gerindra itu berjanji akan terus menjalin kerja sama dengan China, termasuk dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan. Ia memandang, China sebagai sahabat Indonesia. "Bersama kita akan atasi masalah ini," lanjutnya.

Selain datang langsung menjemput bantuan China ke bandara, Prabowo juga diketahui teleponan dengan Menteri Pertahanan China, Jenderal Wei Fenghe, Selasa lalu. Seperti dilansir Xinhua, Wei mengatakan China akan mendukung upaya Indonesia memerangi epidemi. Selain itu, ia juga menyerukan upaya untuk melanjutkan komunikasi tingkat tinggi dan memperkuat kerja sama di semua bidang antara angkatan bersenjata Indonesia dengan China.

Baca juga : Airlangga: Harga Gula, Bawang Putih, Dan Bawang Merah Masih Tinggi

Prabowo dalam percakapan itu disebut menyampaikan terima kasih dan memuji pencapaian dan konstribusi China dalam memerangi virus corona. Ia juga bersedia memperkuat kerja sama dengan angkatan bersenjata China.

Jika ditilik ke belakang, hubungan Prabowo dengan China sebenarnya juga baik sejak lama. Ketika masih berstatus sebagai Capres 2019, Prabowo turut menghadiri Hari Kemerdekaan ke-69 China, di Ballroom Shangrilla Hotel, Jakarta, 28 September 2018. Dalam kesempatan itu, Prabowo tampak mesra dengan Dubes China. Ia memuji China sebagai negara penting bagi Indonesia.

Baca juga : Lagi, Prabowo Terima Bantuan Alkes dari China

Saat itu, Prabowo menyebut, Indonesia harus punya filosofi 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak. "Jadi kita harus jalin hubungan baik, kita harus tingkatkan hubungan dalam tingkat yang lebih baik dan saling membantu," ucapnya.

Namun, dalam galadinner dengan pengusaha China akhir 2018, Prabowo menegaskan dirinya bukan antek asing ataupun antek aseng. Kata asing itu merujuk ke AS, sedangkan aseng adalah sebutan untuk China. "Saya hormat sama Republik Rakyat Tiongkok, tidak berarti saya anteknya Tiongkok," sebutnya.

Baca juga : Puluhan Tahun Bareng Djoko Santoso, Prabowo Merasa Kehilangan

Soal antek asing dan aseng ini juga pernah disinggung Prabowo dalam salah satu kampanyenya di Yogyakarta. Ia menyampaikannya dengan penuh emosi hingga menggebrak-gebrak meja. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.