Dark/Light Mode

G20 Sepakat Bikin Vaksin dan Sembuhkan Ekonomi

Senin, 27 Juli 2020 08:22 WIB
Foto: gao.gov
Foto: gao.gov

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara yang tergabung dalam G20 menyepakati kerja sama pengembangan vaksin, obat Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi global.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman.

Rizal merupakan perwakilan Indonesia yang menghadiri pertemuan Negara G20 secara virtual. “ Negara G20 sepakat mengembangkan vaksin yang mudah diakses dan terjangkau masyarakat,” ungkap Rizal dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Negara G20 Sepakat Dorong Kerja Sama Vaksin Dan Obat

Rizal mengungkapkan, selain vaksin, dalam pertemuan, Negara G20 membahas penanganan Covid-19 dan masukan terkait acara KTT G20 yang akan dilaksanakan pada November 2020 mendatang.

Dalam pertemuan, Rizal menyampaikan, bahwa Indonesia saat ini tengah menenerapkan langkah-langkah extraordinary yang komprehensif dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 secara nasional.

Menurutnya, pemerintah Indonesia tengah berupaya menemukan vaksin dan melakukan penyaluran obat-obatan yang mudah terjangkau, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Berita Terkait : Ini Harapan Kadin Buat Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain aspek kesehatan, pemerintah Indonesia juga melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal ini dilakukan untuk melindungi dan menjaga stabilitas perekonomian nasional, penyaluran bantuan sosial-ekonomi bagi yang terdampak, dan mendorong peningkatan kemampuan pelaku usaha sektor ril dan sektor keuangan.

Dalam pertemuan ini, Rizal menyampaikan, pemerintah Indonesia ikut memberikan masukan terkait acara elemen outcome KTT G20. Di antaranya memastikan keamanan dan peningkatan dukungan bagi para pelaku tenaga kesehatan, serta mendorong kelancaran arus barang dan jasa di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, mendorong prinsip-prinsip lawfulness, fairness, dan data transparency dalam pertukaran data guna menghindari terjadinya kebocoran data dalam isu ekonomi digital.

Berita Terkait : Vaksin Bikinan Oxford Sukses Tunjukkan Respons Imun Positif

“Hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah peningkatan kerja sama dalam rangka upaya penanganan perubahan iklim serta mendorong investasi guna meningkatkan mata pencaharian petani, khususnya pertanian skala kecil dan pertanian keluarga," jelasnya.
 Selanjutnya